banner 728x250
LAPAS  

Tanamkan Nilai Kesetaraan dan Semangat Kembali ke Jalan yang Benar, Lapas Indramayu Peringati Maulid Nabi dengan Penuh Khidmat

banner 120x600

INDRAMAYU | detikfakta.com — Suasana syahdu dan penuh harapan menyelimuti lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu, 9 September 2026. Di dalam Masjid At-Taqwa yang terletak di area kompleks Lapas, digelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan sangat khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh jajaran petugas pemasyarakatan serta para warga binaan pemasyarakatan.

Peringatan Maulid Nabi di lingkungan Lapas ini bukan sekadar seremoni keagamaan rutin tahunan. Lebih dari itu, momen suci ini dijadikan sebagai momentum yang sangat strategis untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh insan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat semangat pembinaan yang berkelanjutan demi terciptanya perubahan diri yang lebih baik.

Kalapas Aramichi Renggalih: Tanamkan Nilai Kesetaraan, Semua Manusia Sama Derajatnya
 
Dalam sambutannya yang sangat menyentuh hati dan penuh kebijaksanaan, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih menyampaikan pesan yang sangat mendalam dan menjadi inti dari seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi kali ini.

Beliau secara khusus menekankan pentingnya memandang setiap manusia secara setara dan bermartabat, tanpa memandang status atau latar belakang kehidupan mereka saat ini.

Kalapas Aramichi mengingatkan seluruh jajaran petugas dan terutama para warga binaan bahwa keberadaan seseorang di dalam tembok Lapas tidak boleh dan tidak serta-merta menjadikan orang tersebut pantas dicap sebagai “orang jahat” seumur hidup.

Beliau menegaskan bahwa mereka yang sedang berada di dalam Lapas pada hakikatnya adalah manusia biasa yang sedang menjalani proses pembinaan dan sedang berjuang dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Berada di Lapas bukan berarti seseorang adalah orang jahat. Kita semua yang berada di sini sama, tidak ada yang berbeda. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat untuk bersama-sama memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar,” ungkap Aramichi dengan nada tegas namun penuh kasih sayang.

Pesan tentang kesetaraan ini sangat penting untuk ditanamkan di lingkungan pemasyarakatan. Bagi para petugas, ini adalah pengingat agar selalu menjalankan tugas pembinaan dengan penuh rasa kemanusiaan, adil, dan tidak diskriminatif. Bagi para warga binaan, ini adalah suntikan motivasi dan pengakuan akan martabat mereka sebagai manusia yang masih memiliki kesempatan luas untuk berubah, bertobat, dan memulai lembaran kehidupan baru yang lebih baik.

Maulid Nabi sebagai Sarana Introspeksi dan Penumbuh Harapan

Pesan yang disampaikan oleh Kepala Lapas tersebut menjadi bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Peringatan ini tidak hanya dimaknai sebatas kegiatan keagamaan yang berisi sholawat dan doa bersama semata.

Lebih dalam dari itu, Maulid Nabi dijadikan sebagai sarana yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran diri, memicu introspeksi, dan menumbuhkan harapan baru bagi seluruh insan pemasyarakatan. Nilai-nilai luhur dan keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, keberanian berubah, kasih sayang, dan pengampunan, diharapkan dapat menjadi inspirasi nyata dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalani dan mengikuti seluruh proses pembinaan di Lapas.

Bagi para warga binaan, sosok Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang dan selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang benar, diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi. Mereka diajak untuk tidak lagi larut dalam kesalahan masa lalu, melainkan bangkit dan menatap masa depan dengan penuh harapan, meneladani akhlak mulia Rasulullah untuk menjadi manusia yang lebih berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat nantinya.

Semangat Baru untuk Kembali ke Jalan yang Benar

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa Lapas Indramayu ini telah usai, namun pesan-pesan moral dan spiritual yang disampaikan diharapkan tetap membekas kuat di hati setiap orang yang hadir. Semoga semangat kesetaraan, semangat untuk terus memperbaiki diri, dan semangat untuk kembali ke jalan yang benar yang digelorakan dalam peringatan ini dapat terus menyala dan menjadi kekuatan pendorong perubahan positif.

Dengan bimbingan para petugas yang humanis dan teladan dari Rasulullah SAW sebagai kompas moral, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran dan semangat. Sehingga, ketika nanti mereka telah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat, mereka benar-benar telah menjadi pribadi yang baru, yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Laporan: Dariman. A. Md

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *