banner 728x250

Lapas Kelas IIB Indramayu Bersinergi dengan Disdikbud: Buka Akses Pendidikan Lebih Luas bagi Warga Binaan

banner 120x600

INDRAMAYU  | detikfakta.com – Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Menyadari hal tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya keras untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi para warga binaannya.

Langkah konkret kali ini diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dan silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu pada Selasa, 8 September 2026.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIB Indramayu dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Fokus utama kerja sama yang dibahas adalah dalam hal pengembangan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, agar mereka yang putus sekolah atau belum menyelesaikan pendidikan formalnya dapat tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih ijazah yang setara.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, disampaikan kabar baik bahwa program kejar paket yang selama ini telah dikembangkan dan berjalan sukses di sejumlah desa di wilayah Indramayu, kini juga mulai menjangkau lingkungan Lapas Indramayu.

Ini adalah langkah progresif yang menunjukkan bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak bisa belajar, meskipun sedang berada di dalam tembok lembaga pemasyarakatan.

Enam Warga Binaan Sudah Mengikuti Program Kejar Paket

Saat ini, komitmen untuk memberikan akses pendidikan tersebut sudah mulai membuahkan hasil nyata. Tercatat sebanyak enam orang warga binaan telah aktif mengikuti program pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Mereka mengikuti program kejar Paket C dan Paket B yang diselenggarakan secara khusus di lingkungan Lapas Indramayu.

Keenam warga binaan ini menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan antusiasme yang besar untuk menuntut ilmu. Ke depan, jumlah peserta pendidikan ini diharapkan dapat terus bertambah secara signifikan.

Peningkatan jumlah ini diharapkan seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran di kalangan warga binaan lainnya bahwa pendidikan adalah bekal yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat nanti.

Kalapas Aramichi Renggalih: Pendidikan adalah Kunci Perubahan Positif

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dan strategis dalam keseluruhan proses pembinaan warga binaan. Menurut beliau, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak harus terus didorong dan difasilitasi semaksimal mungkin.

Pendidikan diyakini mampu membangkitkan motivasi yang kuat dalam diri warga binaan untuk memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik, dan membangun masa depan yang lebih cerah setelah bebas nanti.

“Pendidikan menjadi salah satu upaya kami untuk membangun perubahan positif pada diri warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga mendapatkan bekal pendidikan yang dapat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.

Karena itu, kami akan terus mendorong dan memberikan ruang agar semakin banyak warga binaan yang memiliki keinginan untuk belajar,” ujar Aramichi dengan penuh keyakinan.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak Lapas tidak akan berhenti di situ. Pihaknya akan terus berupaya keras untuk menciptakan program-program pendidikan yang lebih menarik, inovatif, dan menyenangkan.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan minat dan motivasi warga binaan agar lebih antusias mengikuti pendidikan yang telah berjalan melalui sinergi yang baik dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

“Kami menyadari bahwa meningkatkan minat warga binaan untuk mengikuti pendidikan merupakan tantangan tersendiri. Karena itu, kami ingin menghadirkan pendekatan dan program yang memiliki daya tarik bagi mereka, sehingga pendidikan bukan hanya kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan dan keinginan dari warga binaan itu sendiri,” lanjut Aramichi menjelaskan strategi ke depannya.

Komitmen Bersama untuk Pendidikan yang Inklusif dan Bermakna

Melalui sinergi yang terjalin dengan baik ini, Lapas Kelas IIB Indramayu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu menegaskan komitmen bersama untuk terus mengembangkan dan memperluas akses pendidikan bagi warga binaan.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mampu memberikan bekal pengetahuan akademis semata, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri para warga binaan.

Lebih luas lagi, program pendidikan yang berkelanjutan ini juga diharapkan dapat turut mengubah stigma negatif yang selama ini sering melekat pada warga binaan. Melalui proses pembinaan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan di bidang pendidikan, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa para warga binaan juga memiliki potensi untuk berubah, berkarya, dan berkontribusi positif kembali kepada bangsa dan negara.

Langkah Awal Menuju Kolaborasi yang Lebih Kuat

Kegiatan koordinasi dan silaturahmi antara Lapas Indramayu dan Disdikbud Indramayu yang berlangsung dengan sangat baik ini menjadi langkah awal yang sangat positif untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang. Kedua belah pihak bertekad untuk terus bekerja sama dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.

Semoga sinergi yang kuat ini terus terjaga dan berkembang, sehingga semakin banyak warga binaan yang dapat merasakan manfaatnya. Dengan pendidikan yang mereka peroleh, diharapkan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka bukan hanya menjadi orang yang bebas secara hukum, tetapi juga menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, mandiri, dan siap memulai lembaran kehidupan baru yang lebih baik dan penuh harapan.

Laporan: Dariman. A. Md

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *