banner 728x250

Seren Taun Wewengkon Adat Citorek barat Momentum Melestarikan Warisan Leluhur

banner 120x600

Detikfakta.com | Lebak Banten – Prosesi Seren Taun Wewengkon Adat Citorek kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen selama satu tahun sekaligus upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur.

Kegiatan Seren Taun yang berlangsung pada Selasa (22/9/2026) tersebut menjadi momentum bagi masyarakat adat Citorek untuk mempererat kebersamaan serta mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu putra Citorek yang berdomisili di Bogor, Haji Igun Sumarno, mengatakan Seren Taun merupakan wujud rasa syukur masyarakat Wewengkon Adat Citorek yang harus terus dilestarikan.

Seren Taun ini merupakan wujud rasa syukur Wewengkon Adat Citorek. Tradisi yang sudah turun-temurun sejak dahulu ini harus terus dijaga dan dilestarikan ujar Haji Igun.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Citorek. Karena itu, ia berharap generasi penerus dapat terus menjaga adat dan tradisi yang telah menjadi salah satu ikon masyarakat Citorek.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Citorek Barat H.jaro  Karjaya. Menurutnya, Seren Taun merupakan adat warisan leluhur Wewengkon Citorek yang hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat.

Seren Taun ini merupakan adat warisan leluhur Wewengkon Citorek yang harus kita jaga bersama,” kata Karjaya.

Karjaya menambahkan, pelaksanaan Seren Taun juga memiliki makna tersendiri bagi warga atau keturunan Citorek yang berada di luar daerah.

Menurutnya, ketika waktu pelaksanaan Seren Taun tiba, warga keturunan Citorek yang berada di berbagai daerah akan berupaya pulang bersama keluarga untuk mengikuti dan merasakan langsung tradisi adat tersebut.

Di mana pun warga atau keturunan Citorek berada, ketika Seren Taun tiba, mereka yang merasa sebagai keturunan Citorek barat  pasti akan pulang bersama keluarga,” ujarnya.

Tradisi Seren Taun Wewengkon Adat Citorek barat  pun diharapkan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong antarwarga.

Pelestarian budaya tersebut juga diharapkan dapat terus dilakukan oleh generasi muda agar warisan leluhur masyarakat Citorek tetap hidup dan dikenal oleh generasi yang akan datang.

*/Abdul R

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *