Detikfakta.com | Lebak Banten – Masyarakat Wewengkon Desa Adat Citorek memiliki tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Seren Taun, tradisi tahunan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun.
Seren Taun tidak hanya menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari penghormatan masyarakat terhadap para leluhur serta upaya menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan.
Salah seorang warga Citorek, Styaningsih, mengatakan bahwa rangkaian Seren Taun memiliki sejumlah tahapan sebelum sampai pada acara puncak.
Menurutnya, puncak Seren Taun ditandai dengan kegiatan ziarah ke makam leluhur. Namun, sebelum ziarah dilakukan, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan prosesi menghadap para sesepuh adat.
“Puncaknya adalah berziarah ke makam leluhur. Sebelumnya dilakukan menghadap para sesepuh adat,” kata Styaningsih.
Setelah rangkaian prosesi adat selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hiburan. Suasana tersebut menjadi wujud kegembiraan masyarakat setelah menjalani rangkaian tradisi sekaligus sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.
Bagi masyarakat Citorek, Seren Taun menjadi salah satu tradisi penting yang tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk terus mengenalkan dan mempertahankan warisan budaya serta nilai-nilai adat kepada generasi berikutnya.
*/Abdul R


















