CIREBON – detikfakta.com – Di tengah asrinya kawasan wisata Bukit Gronggong yang selalu menyuguhkan udara sejuk dan pemandangan hijau yang menenangkan, sebuah perayaan penuh makna digelar pada Selasa, 8 September 2026. Desa Alamanis Resort Villa, sebuah penginapan eksklusif yang telah menjadi ikon wisata bernuansa pedesaan Sunda autentik di Cirebon, Jawa Barat, genap menginjak usia emasnya yang ke-10 tahun.
Satu dekade perjalanan yang penuh warna, tantangan, dan keberhasilan ini diperingati secara sederhana namun sangat mendalam melalui kegiatan bertajuk adat “Gerebeg Kampung Kaping Sepuluh”.
Istilah “Grebeg Kampung” sendiri bukanlah sekadar nama acara yang unik. Ia membawa filosofi mendalam tentang kebersamaan, rasa syukur, dan kegembiraan yang dibagikan kepada seluruh warga atau, dalam konteks ini, seluruh keluarga besar Desa Alamanis dan tamu undangan. Penambahan kata “Kaping Sepuluh” yang berarti “yang ke-10” menegaskan bahwa perayaan ini adalah puncak dari sepuluh tahun pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik dan melestarikan warisan budaya Sunda.
Perayaan HUT ke-10 ini jauh melampaui sekadar seremoni pemotongan kue atau pesta kemeriahan semata. Ia menjadi momentum syukur yang sakral atas segala limpahan berkah, kepercayaan dari para tamu, serta kerja keras seluruh karyawan selama satu dekade terakhir.
Lebih dari itu, perayaan ini juga menjadi penegasan komitmen yang kuat dari Desa Alamanis untuk terus mempertahankan dan menghidupkan kembali konsep kearifan lokal yang selama ini telah menjadi identitas, jiwa, dan daya tarik utama yang membedakannya dari penginapan-penginapan modern lainnya.
Rangkaian Acara yang Menghidupkan Jiwa Pedesaan Sunda
Rangkaian perayaan “Grebeg Kampung Kaping Sepuluh” dirancang dengan sangat hati-hati untuk membangkitkan suasana hangat khas perayaan adat di kampung halaman. Acara diawali dengan sebuah prosesi yang penuh makna dan kekhidmatan.
Seluruh manajemen, karyawan yang setia, serta para tamu undangan yang hadir, berbaris rapi bersama-sama melakukan prosesi mengelilingi seluruh kawasan Desa Alamanis Resort Villa.
Dalam prosesi yang berjalan tertib dan penuh haru ini, mereka dengan bangga dan penuh tanggung jawab membawa 10 buah tumpeng yang dihias dengan indah. Angka 10 pada tumpeng bukanlah angka kebetulan, melainkan simbol dari usia satu dekade yang telah dilalui.
Setiap tumpeng juga melambangkan rasa syukur atas sepuluh tahun berkah, harapan akan kesuburan, dan doa agar keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah Desa Alamanis di masa depan. Suasana semakin kental dengan nuansa adat ketika suara gamelan dan musik tradisional Sunda mulai mengalun, mengiringi setiap langkah kaki para peserta prosesi.
Setelah prosesi keliling usai, acara bergeser ke panggung utama yang menyajikan keindahan seni budaya. Para tamu undangan disuguhkan dengan pertunjukan Tari Topeng yang ikonik dan penuh misteri, merupakan warisan seni budaya asli Cirebon yang telah diakui dunia. Gerakan lentur para penari dan ekspresi topeng yang beragam membawa para penonton sejenak terhanyut dalam cerita-cerita klasik yang penuh nilai moral.
Namun, perayaan ini tidak hanya berfokus pada kemeriahan dan keindahan seni semata. Sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur yang ingin dibagikan kepada sesama, acara juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu di sekitar kawasan Bukit Gronggong. Langkah mulia ini menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraih Desa Alamanis selama sepuluh tahun ini juga ingin dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.
Puncak dari seluruh rangkaian acara adalah momen kebersamaan yang sangat hangat ketika seluruh undangan dan keluarga besar Desa Alamanis berkumpul untuk melakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun secara bersama-sama.
Diiringi tepuk tangan dan doa bersama, momen ini menjadi penanda ditutupnya lembaran sepuluh tahun pertama dan dibukanya lembaran baru yang penuh harapan untuk satu dekade berikutnya.
GM Ni Made Sudiasih: Satu Dekade adalah Fondasi untuk Melompat Lebih Maju
General Manager Desa Alamanis Resort Villa Cirebon, Ni Made Sudiasih, yang dengan penuh dedikasi memimpin operasional resort ini, dalam kesempatan istimewa tersebut menyampaikan pandangannya yang mendalam. Baginya, usia satu dekade ini bukanlah pencapaian akhir yang membuat pihaknya berpuas diri.
Justru sebaliknya, ini menjadi momentum yang sangat krusial dan fondasi yang kokoh bagi Desa Alamanis untuk terus melakukan pembenahan total di segala lini dan mengembangkan seluruh potensi yang selama ini mungkin belum tergali secara maksimal.
“Harapannya Desa Alamanis semakin maju dan semakin dikenal luas, tidak hanya di Cirebon atau Jawa Barat, tetapi juga di mata wisatawan nasional maupun mancanegara. Tentunya kami juga ingin revenue terus meningkat sebagai indikator keberhasilan bisnis kami,” ujar Ni Made dengan jujur dan penuh optimisme kepada media About Cirebon.
Beliau menjelaskan dengan gamblang bahwa strategi pengembangan Desa Alamanis ke depannya akan mengambil pendekatan yang lebih holistik. Pengembangan tidak hanya akan difokuskan pada perbaikan fisik atau penambahan fasilitas penginapan semata.
Lebih dari itu, pihaknya ingin terus berinovasi dengan menghadirkan pengalaman-pengalaman baru yang unik, autentik, dan berkesan mendalam bagi setiap tamu yang berkunjung.
Ni Made percaya bahwa di era persaingan industri pariwisata yang semakin ketat, fasilitas yang mewah saja tidak cukup. Yang membuat sebuah tempat penginapan benar-benar diingat dan dirindukan adalah pengalaman emosional yang ditawarkannya.
Oleh karena itu, Desa Alamanis akan terus berusaha menghadirkan nuansa yang berbeda, sensasi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, dan sentuhan personal yang membuat setiap tamu merasa seperti di rumah sendiri.
Inovasi Berbasis Budaya dan Keterbukaan untuk Masyarakat
Sebagai bukti nyata dari komitmen untuk terus berinovasi dan tidak pernah berhenti berkembang, Desa Alamanis telah menyiapkan beberapa program menarik yang mulai diperkenalkan bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-10 ini. Dua inovasi utama yang menjadi sorotan adalah pengembangan kelas jamu dan pembukaan akses kolam renang untuk masyarakat umum.
1. Kelas Jamu: Menjaga Warisan Leluhur agar Tetap Hidup
Salah satu inovasi yang paling unik dan sarat nilai budaya adalah pengembangan program kelas jamu. Ide brilian ini muncul bukan dari perencanaan yang rumit, melainkan terinspirasi dari kebiasaan sederhana yang sudah ada sejak lama. Selama ini, minuman jamu tradisional yang segar dan menyehatkan selalu menjadi salah satu sajian komplimen favorit yang disajikan kepada para tamu di kamar mereka.
Jamu-jamu yang disajikan di Desa Alamanis memiliki keistimewaan tersendiri karena menggunakan resep asli warisan turun-temurun dari pemilik Desa Alamanis. Beberapa varian yang paling dicintai tamu antara lain varian gula asam yang menyegarkan tenggorokan dan varian serai yang memberikan efek hangat serta menenangkan tubuh.
Melalui program kelas jamu ini, para tamu nantinya tidak hanya sekadar menjadi penikmat pasif dari kesegaran minuman tersebut. Mereka akan diajak untuk terlibat aktif dan mempelajari langsung proses pembuatannya dari awal hingga akhir, dibimbing oleh instruktur yang ahli. Tamu akan belajar tentang khasiat masing-masing bahan, cara meracik yang tepat, hingga filosofi di balik minuman warisan leluhur ini. Pengalaman belajar ini diharapkan menjadi kenangan tak terlupakan yang bisa mereka bawa pulang dan praktikkan sendiri di rumah.
2. Kolam Renang untuk Umum: Membagi Kebahagiaan dengan Lingkungan Sekitar
Selain inovasi di bidang budaya dan edukasi, langkah berani lainnya yang diambil oleh manajemen adalah membuka fasilitas kolam renang eksklusif mereka untuk masyarakat umum. Kebijakan ini merupakan salah satu terobosan inovatif yang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas berkualitas tinggi yang selama ini mungkin hanya bisa dinikmati oleh tamu-tamu penginap saja.
Dengan dibukanya akses ini, masyarakat sekitar Cirebon dan wisatawan yang tidak menginap pun kini memiliki kesempatan untuk merasakan kesegaran dan kenyamanan berenang di kolam renang yang asri, bersih, dan terawat dengan baik di tengah kawasan Desa Alamanis yang indah.
Program pembukaan kolam renang untuk umum ini diatur secara khusus agar tidak mengganggu kenyamanan tamu penginap. Oleh karena itu, akses dibuka khusus pada hari kerja, mulai dari Minggu siang hingga Jumat, pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pengunjung yang ingin menikmati kesegaran ini cukup membayar tiket sebesar Rp150.000.
Harga tersebut sudah termasuk paket menyegarkan berupa satu buah kelapa muda segar dan jajanan khas nusantara berupa pisang goreng yang hangat dan renyah, sehingga pengalaman berenang pun menjadi lebih lengkap dan memuaskan.
Satu Dekade yang Penuh Makna, Menuju Dekade Kedua yang Lebih Gemilang
Perayaan “Grebeg Kampung Kaping Sepuluh” ini bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun. Ia adalah cerminan dari perjalanan panjang Desa Alamanis Resort Villa yang selama sepuluh tahun telah berhasil menjaga identitasnya sebagai pelestari budaya Sunda di tengah gempuran modernisasi. Ia juga menjadi bukti bahwa konsep wisata yang mengedepankan kearifan lokal dan pengalaman autentik tetap memiliki tempat yang spesial di hati para wisatawan.
Dengan semangat baru yang membara di usia yang ke-10, Desa Alamanis tampak siap untuk melangkah lebih jauh dan lebih tinggi. Melalui komitmen yang tidak goyah pada pelestarian budaya, pembenahan yang terus-menerus, serta inovasi-inovasi cerdas seperti kelas jamu dan pembukaan akses untuk masyarakat, Desa Alamanis tidak hanya berharap menjadi destinasi wisata yang semakin maju dan dikenal luas.
Lebih dari itu, resort ini ingin terus menjadi bagian yang hidup dari masyarakat sekitar, menjadi pelestari budaya yang tangguh, dan menjadi tuan rumah yang hangat bagi setiap tamu yang mencari ketenangan dan pengalaman berharga di tanah Cirebon.
Laporan: Dariman. A. Md










