banner 728x250

Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Panjang Jimat: Tradisi Luhur Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kembali Meriah

banner 120x600

CIREBON | detikfakta.com – Suasana penuh keagungan, keharuan, dan keberkahan kembali menyelimuti lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. Sebuah tradisi yang telah berusia ratusan tahun dan senantiasa dijaga kesuciannya, kembali digelar dengan penuh khidmat dan kemeriahan.

Panjang Jimat, upacara sakral tahunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi bukti hidupnya warisan leluhur yang tak sekadar upacara adat, melainkan perwujudan cinta, syukur, dan penghormatan yang mendalam kepada Baginda Nabi.

Tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon bukan sekadar perayaan biasa. Ia adalah puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diisi dengan iring-iringan pusaka kerajaan serta hidangan-hidangan yang sarat makna simbolis, yang disusun dan disajikan dengan penuh penghormatan dan kekhusyukan.

Makna Luhur di Balik Nama “Panjang Jimat” Sokir, S.Pd., Ketua Kemantren Sewu Keraton Kasepuhan, menjelaskan makna mendalam yang terkandung dalam nama tradisi ini, yang mencerminkan filosofi yang sangat dalam.

“Kata ‘Panjang’ berarti lestari, kekal, dan abadi. Sedangkan ‘Jimat’ berarti pusaka atau sesuatu yang sangat berharga dan dijaga dengan baik. Maka, Panjang Jimat bermakna melestarikan pusaka utama umat Islam, yaitu dua kalimat Syahadat — tiang utama dan fondasi keimanan seluruh umat Muslim,” ungkap, Sokir, S.Pd. dengan penuh kebijaksanaan.

Makna ini mengajak seluruh umat bahwa sesungguhnya pusaka yang paling berharga dan wajib kita jaga kelestariannya bukanlah benda semata, melainkan keyakinan, iman, dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang senantiasa harus kita lestarikan dan wariskan dari generasi ke generasi.

Prosesi Iring-Iringan simbol Kebersamaan dan Syukur. Puncak acara Panjang Jimat berupa prosesi iring-iringan piring panjang berisi makanan istimewa yang disebut nasi jimat, lengkap dengan benda-benda pusaka dan benda-benda simbolis yang disusun dengan tertib dan khidmat.

Prosesi tersebut bergerak menuju Langgar Agung Keraton Kasepuhan, disertai lantunan shalawat Nabi yang berkumandang sepanjang jalan, menyatu dengan rasa cinta dan kerinduan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Setiap langkah dalam prosesi ini bukan sekadar perpindahan benda dari satu tempat ke tempat lain, melainkan perjalanan hati untuk meneladani sifat-sifat Nabi: kasih sayang, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Nasi jimat yang disajikan pun bukan sekadar makanan, melainkan simbol rezeki yang diberkahi, yang nantinya akan dibagikan dan dinikmati bersama sebagai tanda syukur dan kebersamaan seluruh keluarga besar Keraton serta masyarakat yang hadir.

Tradisi yang Menghubungkan Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan. Kembali meriahnya tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur masih hidup, dihormati, dan terus dijaga kesinambungannya.

Di tengah perubahan zaman, Keraton Kasepuhan tetap menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga tradisi yang sarat nilai keagamaan, budaya, dan kemanusiaan. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan, baik di dalam lingkungan keluarga keraton maupun dengan masyarakat luas, yang datang untuk menyaksikan dan ikut merayakan kelahiran Nabi Agung.

Semoga tradisi Panjang Jimat ini senantiasa lestari, membawa berkah, dan mengingatkan kita senantiasa untuk mencintai, meneladani, dan menyebarkan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada sesama.

Semoga setiap tahunnya, peringatan Maulid Nabi ini menjadi momen yang semakin mempertebal iman, mempererat persaudaraan, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Cirebon pada khususnya serta umat Islam pada umumnya.

Shalallahu ‘ala Muhammad, Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kita semua hingga akhir zaman. 26 Agustus 2026

(Laporan: Dariman A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *