Kuta – Badung Bali, detikfakta.com :
Pertemuan yang diadakan di Hotel Prime Bizz Kuta acara fokus Group Discussion (FGD) di buka oleh DR.Panudiana Kuhn selaku Penggagas dan juga Founder Bali Business Club. Kamis, 11 Juni 2026.
Dan penggagas acara tersebut turut memberikan sambutan bpk.I Gusti Ngurah Surya Wijaya Ketua PHRI Badung Bali.
Adapun turut hadir Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten badung Bali .
Business Club, serta Nawa Cita Pariwisata Indonesia dan para pengusaha pengusaha pariwisata juga ikut memberikan masukan agar terciptanya solusi agar pariwisata Dibali meningkat.
Dalam pertemuan ini bersinergi mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi, organisasi, hingga pelaku usaha dan tokoh pariwisata terkemuka di Pulau Dewata.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah diskusi strategis guna membahas berbagai isu terkini dan merumuskan langkah pengembangan pariwisata yang lebih maju dan berkelanjutan di wilayah Badung maupun Bali secara keseluruhan.
Pertemuan yang dinantikan ini mengundang berbagai pemangku kepentingan utama agar tercipta sinergi yang kuat antara berbagai elemen. Dari unsur pemerintah, hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung. Kehadiran perwakilan instansi pemerintah diharapkan dapat menjembatani aspirasi dunia usaha dengan kebijakan yang disusun demi kemajuan sektor pariwisata.
Selain unsur pemerintah, pertemuan ini juga dihadiri oleh pimpinan asosiasi dan organisasi pariwisata terkemuka. Di antaranya Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Bali, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI Bali, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Bali, Ketua Bali Villa Rental and Management Association, Ketua Bali Villa Association, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association, hingga Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Bali.
Keterlibatan berbagai asosiasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat rantai nilai industri pariwisata secara menyeluruh.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh dan praktisi pariwisata yang memiliki pengalaman dan wawasan luas juga turut diundang untuk memberikan masukan berharga. Mereka meliputi Prof. A.A. Suryawan, Prof. Raka S., Prof. Sunarta, Gede Wirata, I Wayan Puspa Negara, S.P., M.Si,Drs. I Gede Sukarta, MBA, Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA, Nyoman Astama, Nyoman Santiawan, A.L. Purwa, Natya, Ir. Kadek Rohita Wati Apui, Putu Agung Prianta, dan Gung Cok. Kehadiran para akademisi dan pelaku usaha ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan dengan sudut pandang yang komprehensif.
Adapun Rangkuman Respons Narasumber
1. Dinas PUPR Kabupaten Badung
* Menyampaikan bahwa proses pengadaan lahan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan penanganan kemacetan masih berlangsung dan ditargetkan selesai hingga tahun 2027.
2. Dinas Pariwisata Kabupaten Badung
* Mendukung peningkatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam pelaksanaan kegiatan promosi pariwisata (sales promotion), baik untuk pasar domestik maupun internasional.
* Masukan terkait kemudahan dan efektivitas perizinan akan dijadikan indikator evaluasi dan diusulkan kepada Bupati Badung sebagai bahan kebijakan.
3. DPMPTSP Kabupaten Badun
* Menyatakan terbuka dan siap menerima berbagai masukan dari pelaku usaha.
* Menjelaskan bahwa biaya resmi perizinan relatif kecil, umumnya sekitar Rp2 juta dan tidak melebihi Rp10 juta, sedangkan biaya yang lebih besar biasanya berasal dari jasa konsultan yang digunakan pemohon.
* Keterlambatan proses perizinan sering disebabkan oleh ketidaklengkapan persyaratan atau kurang tersampaikannya informasi perkembangan permohonan dari konsultan kepada pemilik usaha, meskipun sistem telah menyediakan notifikasi status pengajuan.
* Mengakui masih terdapat tumpang tindih dalam implementasi pelayanan perizinan satu pintu yang memerlukan penyempurnaan koordinasi dan integrasi antar instansi.
Turut hadir I Jro Made Supatra Karang yang juga sebagai Dewan Penasehat PHRI Bali Ketua Dewan Penasehat BPP APVA Indonesia dan Ketua Dewan Penasehat DPW MIO Bali Media Independen Online Indonesia Provinsi Bali.
Melalui pertemuan ini, ketiga lembaga dan juga beberapa organisasi kepariwisataan dan juga penyelenggara berharap dapat terjalin komunikasi yang lebih erat, terpecahkan berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha, serta terwujudnya kolaborasi nyata demi memajukan sektor pariwisata Bali agar semakin berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Reporter : Redaksi Pusat


















