detikfakta.com | | Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang jadi solusi gizi anak bangsa, ternyata bobrok di lapangan. Kamis, 10 September 2026.
Anto Suroto, Begawan UMKM dan Pengamat MBG ketika ditemui rekan rekan awak media mengatakan, MBG hanya akan berkualitas jika bebas dari penyalahgunaan anggaran. Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya.
“Rakyat sudah pintar menghitung. Anggaran per porsi sekian, tapi menu yang datang tidak sesuai. Ini uang Rakyat. Jangan main-main,” tegasnya.
Anto membongkar 5 borok utama: ada _titipan harga_ dari pemasok, dapur tanpa pemanas hingga makanan basi di ompreng, pengawasan nol, proses produksi tidak standar, dan tidak ada lembaga independen yang mengawal.
Lebih parah lagi, program ini dipaksakan jalan padahal anggaran belum siap.
“Resiko proyek Pemerintah bukan rahasia lagi. Sejak awal penerima proyek sudah tau Pemerintah belum ada cadangan Anggaran tetapi dipaksakan begitu,” ujarnya.
Ia menuntut evaluasi total. “Jangan cari keuntungan dengan mengorbankan rakyat dan anak-anak kita.”
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo Lembang


















