CIREBON — detikfakta.com – Sebuah momen penuh kehangatan, kepedulian, dan doa tulus terjadi di salah satu ruang perawatan rumah sakit. Astri Diana Ekasari, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) di Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, meluangkan waktunya yang berharga untuk menjenguk seorang anak laki-laki bernama Fajar yang sedang menjalani perawatan medis.
Dalam momen kunjungan yang penuh keakraban itu, Fajar terlihat sedang berbaring lemah di ranjang rumah sakit, namun tatapannya masih memancarkan semangat. Ia ditemani dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya yang tidak pernah lelah menjaga dan mendoakan kesembuhannya. Kehadiran Astri Diana Ekasari yang akrab disapa “Bunda Astri” oleh warga binaan sosial ini membawa semangat baru dan harapan yang menenangkan bagi Fajar serta keluarganya yang sedang menghadapi masa sulit.
Fajar: Si Anak Paling “Idep” di Sekolah Rakyat yang Bercita-cita Tinggi
Bagi Bunda Astri, kunjungan ini bukan sekadar pelaksanaan tugas dinas semata. Beliau memiliki ikatan emosional yang sangat khusus dengan Fajar, karena anak ini dikenal sebagai salah satu siswa Sekolah Rakyat (SR) yang paling rajin dan paling “idep” atau mandiri. Semangat kemandirian dan keinginan belajar yang membara yang ditunjukkan Fajar selama bersekolah di SR membuatnya sangat disayang dan menjadi kebanggaan bagi para pendidik serta pembina di sana.
Meskipun saat ini sedang harus berbaring lemah karena sakit, cita-cita besar Fajar tidak pernah luntur sedikit pun. Di tengah perawatan yang melelahkan, ia masih teguh menyatakan keinginannya yang mulia dan sederhana:
“Fajar mau terus sekolah di Sekolah Rakyat sampai jadi polisi.”
Cita-cita menjadi anggota kepolisian untuk bisa melindungi, mengabdi, dan bermanfaat bagi masyarakat ini menjadi sumber kekuatan yang luar biasa baginya untuk bertahan melawan penyakit, segera sembuh, dan kembali bersemangat mengejar mimpi di bangku sekolah.
Orang Tua Bersyukur: Hampir Sebulan di SR, Banyak Perubahan Positif
Kehadiran Bunda Astri di sisi ranjang Fajar juga disambut dengan rasa syukur yang mendalam dan harapan yang besar dari kedua orang tua Fajar. Mereka menyampaikan respon yang sangat positif dan mengharukan mengenai peran besar Sekolah Rakyat dalam mengubah kehidupan anak mereka.
Menurut keterangan orang tua, Fajar baru saja mengikuti pendidikan di SR selama hampir satu bulan. Namun, dalam waktu yang terbilang sangat singkat itu saja, mereka sudah melihat banyak perubahan positif yang nyata terjadi pada diri Fajar. Anak mereka menjadi jauh lebih disiplin, jauh lebih bersemangat untuk belajar, dan menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang jauh lebih baik.
“Alhamdulillah… respon orang tuanya juga positif dan menaruh harapan besar agar anaknya bisa menjadi contoh di lingkungannya. Sudah hampir sebulan di SR sudah banyak perubahan, katanya… Alhamdulillah plong rasanya,” ungkap Bunda Astri menceritakan perasaan lega dan bahagia yang dirasakan kedua orang tua Fajar.
Rasa lega dan bahagia yang dirasakan orang tua ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan yang tepat, penuh kasih sayang, dan berpihak kepada anak-anak kurang mampu mampu membawa perubahan yang luar biasa bagi masa depan seorang anak, bahkan bagi nasib seluruh keluarga yang hidup dalam keterbatasan.
Harapan Besar: Pendidikan untuk Angkat Derajat dan Putus Rantai Kemiskinan
Bagi keluarga Fajar yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, keberadaan Sekolah Rakyat dan perhatian tulus dari Dinas Sosial bagaikan oase yang menyejukkan di tengah padang pasir yang gersang. Mereka menaruh harapan yang sangat besar, bahkan mungkin seluruh harapan masa depan keluarga, kepada Fajar.
Orang tua Fajar senantiasa berdoa dan berikhtiar agar kelak anaknya ini benar-benar bisa mengangkat derajat orang tua yang telah berjuang membesarkannya, dan yang paling penting, mampu memutus rantai kemiskinan keluarga yang selama ini membelenggu melalui jalur pendidikan.
Keyakinan yang teguh bahwa pendidikan adalah jalan terbaik dan paling mulia untuk keluar dari lingkaran kemiskinan inilah yang membuat mereka tidak pernah menyerah untuk mendukung cita-cita Fajar, meskipun harus melewati berbagai tantangan hidup, termasuk saat anak kesayangan mereka harus sakit dan dirawat di rumah sakit seperti sekarang.
Bunda Astri Titip Harapan Cita-cita Fajar kepada Kapolresta Cirebon
Di tengah doa dan harapan untuk kesembuhan Fajar, Bunda Astri Diana Ekasari juga menyampaikan sebuah harapan khusus yang sangat menyentuh hati. Beliau menitipkan cita-cita mulia Fajar ini kepada jajaran kepolisian, khususnya kepada Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H.
Dengan penuh rasa syukur dan harapan, Bunda Astri menyampaikan bahwa kehadiran dan dukungan dari pihak kepolisian sangat berarti bagi anak kecil seperti Fajar yang sedang memimpikan menjadi bagian dari Korps Bhayangkara. Dukungan moril maupun perhatian dari Kapolresta Cirebon dan jajarannya, bagaimanapun bentuknya, niscaya akan menjadi motivasi yang luar biasa besar bagi Fajar untuk terus semangat berjuang melawan penyakitnya dan mengejar mimpinya.
Beliau berharap, suatu hari nanti ketika Fajar sudah dewasa dan berhasil menggapai cita-citanya menjadi polisi, ia akan mengingat bahwa ada perhatian dan dukungan dari pimpinan kepolisian di kota kelahirannya yang turut mengawal mimpi kecilnya saat ia sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Doa Bersama: Titip dan Temani Ikhtiar Para Orang Tua dan Anak-Anak SR
Momen kunjungan yang penuh makna ke rumah sakit ini ditutup dengan doa bersama yang tulus dan khusyuk. Bunda Astri mewakili Dinas Sosial Kabupaten Cirebon memanjatkan doa agar Fajar segera diberikan kesembuhan yang sempurna oleh Allah SWT, dapat segera kembali bersekolah dengan ceria, dan suatu hari nanti benar-benar dapat mengejar serta mewujudkan cita-citanya menjadi polisi yang membanggakan orang tua, agama, nusa, dan bangsa.
Beliau juga memanjatkan doa yang lebih luas dan dalam, yang menyentuh hati setiap orang tua dan setiap anak-anak yang sedang berjuang keras melawan keterbatasan di Sekolah Rakyat:
“Titip dan temani ikhtiar para orang tua dan anak-anak Sekolah Rakyat, ya Rabbi.”
Doa ini menjadi pengingat yang kuat bagi kita semua bahwa perjuangan melawan kemiskinan dan upaya mencerdaskan anak bangsa adalah ikhtiar yang tidak hanya dilakukan oleh orang tua dan anak itu sendiri. Perjuangan mulia ini perlu ditemani, didukung, difasilitasi, dan diperhatikan oleh negara melalui institusi seperti Dinas Sosial, didukung oleh elemen bangsa lain seperti kepolisian, serta diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat.
Semoga doa tulus ini segera dikabulkan oleh-Nya, Fajar segera mendapatkan kesembuhan, dan semakin banyak anak-anak kurang mampu seperti Fajar yang mendapatkan kesempatan luas, dukungan penuh, dan kemudahan untuk meraih mimpi-mimpi indah mereka melalui pendidikan yang layak. Rabu, 9 September 2026
Laporan: Dariman. A. Md


















