banner 728x250

Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji: Kabupaten Cirebon Masuk Tahap Verifikasi Calon Jamaah 2027

banner 120x600

detikfakta.com || CIREBON – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VIII, H. Satori, S.Pd.I., M.M., menekankan pentingnya kesiapan matang dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari evaluasi pelaksanaan tahun berjalan hingga persiapan menyambut keberangkatan tahun berikutnya. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji di tingkat Kabupaten/Kota.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Mualim Tamim, menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini telah memasuki tahap persiapan yang lebih dini, meskipun evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 baru saja selesai dilakukan tiga hari yang lalu. Rangkaian kegiatan mulai dari pelaksanaan di Tanah Suci, penyusunan perencanaan, hingga pelaporan administrasi untuk tahun 2026 telah tuntas dilaksanakan dengan hasil yang sangat memuaskan.

“Pelaksanaan ibadah haji tahun lalu berjalan sangat sukses. Tingkat kepuasan jamaah terhadap pelayanan yang kami berikan mencapai angka 99,40 persen—sebuah angka yang sangat signifikan dan menjadi prestasi luar biasa yang patut dibanggakan. Prestasi ini harus kita pertahankan bahkan terus kita tingkatkan kualitasnya demi pelayanan yang lebih baik lagi pada tahun 2027 nanti,” ungkap H. Mualim Tamim.

Menyadari pentingnya kesiapan yang matang, persiapan untuk ibadah haji tahun 2027 pun kini sudah dimulai sejak dini. Saat ini, pelaksanaan telah memasuki tahap verifikasi data calon jamaah. Secara rinci, data calon jamaah haji tahun 2027 yang tercatat di Kabupaten Cirebon telah dirilis sebanyak 2.417 orang dan saat ini sedang diverifikasi status keberangkatannya.

Proses verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap calon jamaah. Sebagian nama tercatat tidak dapat berangkat dikarenakan meninggal dunia, ada pula yang menyatakan tidak bisa berangkat karena kondisi kesehatan yang sedang sakit maupun alasan sah lainnya. Terkait hal ini, H. Mualim menjelaskan bahwa bagi calon jamaah yang meninggal dunia, hak keberangkatannya dapat dilimpahkan kepada keluarga atau kerabat yang diberi kuasa sah, ataupun dapat dilakukan pembatalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, H. Satori, S.Pd.I., M.M., menyampaikan pesan mendalam dan petunjuk luhur kepada seluruh calon jamaah maupun jamaah yang telah menunaikan ibadah haji, agar senantiasa menjaga niat yang tulus murni semata-mata karena Allah SWT. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat kesabaran, menjaga akhlak mulia, dan menjauhi segala sifat yang kurang terpuji selama berada di Tanah Suci.

“Niatkanlah perjalanan ini semata-mata untuk beribadah dan menjadi tamu Allah Yang Maha Kuasa. Kendalikan diri, perkuat kesabaran, hindari amarah maupun keluhan yang tidak perlu, serta senantiasa menjaga kedisiplinan mengikuti arahan petugas. Demi keamanan diri, jangan pernah bepergian sendirian saat keluar dari hotel atau tempat pemondokan. Selain itu, jagalah selalu kondisi kesehatan fisik dan ikuti dengan baik segala petunjuk yang diberikan oleh tim kesehatan,” pesannya dengan penuh kebijaksanaan.

Persiapan yang dilakukan sedini ini diharapkan dapat meminimalisir kendala, memberikan ketenangan hati bagi seluruh jamaah, serta menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus berkoordinasi dan bekerja sama guna menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon yang bercita-cita menjadi tamu Allah. Rabu, 29 Juli 2026

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *