banner 728x250

Sambut Peserta Didik Baru SMAN 1 Jamblang Gelar Sosialisasi MPLS Ramah Dan Bebaskan Beban Pengadaan Seragam  

banner 120x600

detikfakta.com | Cirebon – SMA Negeri 1 Jamblang menggelar kegiatan sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan konsep yang disebut sebagai “MPLS Ramah”, yang mengedepankan kesejahteraan peserta didik maupun orang tua, serta kesesuaian dengan ketentuan peraturan resmi pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juli 2026, di ruang serbaguna atau area dalam lingkungan sekolah yang telah disiapkan, dihadiri oleh seluruh peserta didik baru yang telah menyelesaikan proses daftar ulang pada tahap pertama maupun tahap kedua, yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi.

Di tengah berlangsungnya acara sosialisasi ini, pihak panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tetap membuka pelayanan pelaksanaan daftar ulang untuk gelombang kedua. Terpantau masih terdapat sejumlah orang tua calon peserta didik yang datang bersama anak-anaknya untuk melengkapi administrasi kelanjutan pendidikan di jenjang menengah atas ini.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang direncanakan akan berlangsung secara resmi mulai hari Rabu, 15 Juli 2026 hingga hari Selasa, 21 Juli 2026, akan menerapkan sejumlah ketentuan yang disesuaikan demi kenyamanan serta kelancaran kegiatan. Salah satu aturan yang ditetapkan adalah larangan membawa atau menggunakan telepon genggam selama berlangsungnya rangkaian kegiatan MPLS. Lebih lanjut, kebijakan penggunaan alat komunikasi pada masa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ke depannya akan diatur secara terbatas, yang hanya diperbolehkan untuk digunakan pada saat jam istirahat guna menjaga konsentrasi belajar peserta didik.

Dalam sambutan yang disampaikan, Kepala Sekolah SMAN 1 Jamblang, Bapak H. Indra Gunawan Suryono, S.Si., menyampaikan arahan yang sangat membebani pikiran serta biaya bagi para keluarga murid baru. Beliau menghimbau agar tidak ada orang tua yang merasa terdesak untuk harus membeli perlengkapan sekolah yang serba baru. Terkait alas kaki, beliau menjelaskan bahwa murid diperbolehkan menggunakan sepatu yang telah dimiliki sebelumnya, sepanjang berwarna hitam, merek tidak menjadi syarat khusus, dan yang paling utama adalah masih layak serta pantas untuk digunakan.

Hal yang sama juga disampaikan terkait seragam sekolah. Bapak Kepala Sekolah menegaskan bahwa pengadaan seragam tidak diharuskan untuk membeli yang baru. Seragam yang masih layak pakai milik saudara kandung, kerabat, maupun tetangga yang dulunya pernah bersekolah di SMAN 1 Jamblang atau yang akrab disapa SMANJA ini dapat digunakan kembali. Kebijakan ini diambil dengan tujuan nyata agar tidak menimbulkan beban keuangan yang berat bagi orang tua wali murid.

Bapak H. Indra Gunawan Suryono turut menyampaikan ucapan selamat datang yang hangat kepada seluruh peserta didik baru di lingkungan sekolah yang telah menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Panca Waluya ini. Beliau juga menegaskan komitmen penuh pihak sekolah: “Kami berjanji dan berkomitmen teguh, tidak akan ada satu pun anak yang telah diterima bersekolah di lembaga ini yang harus berhenti atau putus sekolah semata-mata karena orang tua merasa terbebani oleh biaya pengadaan seragam maupun perlengkapan sekolah.”

Seluruh rangkaian kegiatan MPLS yang akan dilaksanakan senantiasa akan berpedoman pada ketentuan resmi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, serta selaras dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Mendikdasmen terkait pelaksanaan MPLS Ramah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung efektif selama lima hari kerja pada minggu pertama pelajaran. Seluruh kegiatan wajib memiliki sifat yang edukatif, merangkul seluruh elemen atau inklusif, menyenangkan, serta mutlak bebas dari segala bentuk tindakan perpeloncoan, perundungan, maupun kekerasan dalam bentuk apapun. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pengenalan sesama warga sekolah, tata krama lingkungan kerja, fasilitas sarana dan prasarana pendidikan, serta pengenalan sistem pembelajaran yang menerapkan prinsip ramah anak.

Kebijakan yang diterapkan ini mendapatkan respon yang sangat positif dan rasa syukur yang mendalam dari kalangan orang tua murid. Salah satunya disampaikan oleh Bapak Amin, warga dari Blok Wanagiri, Desa Klangenan. Menurut beliau, kebijakan ini sangat meringankan beban keluarga karena anaknya sudah dapat menggunakan seragam peninggalan kakaknya yang telah tamat belajar di SMANJA sebelumnya, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk pengadaan pakaian seragam yang baru.

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *