JAKARTA, detikfakta.com :
Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BAGANA) Gerakan Rakyat menggelar diskusi interaktif bertajuk “Potensi dan Tantangan Wakaf Emas dan Uang di Era Modern”.
Kegiatan tersebut sekaligus merupakan agenda pertemuan rutin, yang dilangsungkan di Kantor/Sekretariat BAGANA Gerakan Rakyat di Menara 165, Jakarta Selatan, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PJMI, H.Ismail Lutan berserta jajaran pengurus. Ketua BAGANA Gerakan Rakyat, Dr Elfahmi Anzir Noor Azis, Sp. OG (K) Onk, Anggota PJMI, Para Relawan Penggiat Kemanusiaan yang tergabung dalam BAGANA Gerakan Rakyat, serta tamu undangan lainnya.
Adapun Narasumber dalam acara tersebut, Isral Suardi, SH, Anggota Departemen Keuangan Syariah Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Ummat, MPP ICMI, dan juga Pengamat Keuangan yang menaruh besar pada Tata Kelola Keuangan Berbasis Syariah dan Sosial.
Diskusi ini menyoroti peran strategis Wakaf Uang Instrumen Emas sebagai pilar baru dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat di tengah dinamika keuangan modern.
Solusi Finansial Islam di Era Modern
Dalam kesempatan tersebut, Irsal Suardi, memaparkan bahwa kombinasi antara fleksibilitas wakaf uang dan stabilitas nilai yang dimiliki emas merupakan instrumen yang sangat potensi untuk menjaga ketahanan asset umat.
“Wakaf uang berbasis instrument emas memberikan proteksi jangka panjang terhadap inflasi. Nilai pokok wakaf tetap terjaga secara riil, sementara hasil pengelolaanya dapat disalurkan secara berkelanjutan untuk program-program produktif,” ujar Irsal dalam paparannya.
Ia juga menggarisbawahi beberapa poin penting terkait implementasi instrument ini, yaitu : Keberlanjutan nilai asset dimana emas dikenal sebagai safe haven (asset aman) yang kebal terhadap guncangan inflansi.
Disamping itu juga dari sisi aksesibilitas tinggi, wakaf uang memudahkan masyarakat dari berbagai lapisan untuk memulai berwakaf tanpa harus menunggu memiliki asset property atau tanah yang bernilai besar.
Kelebihan lainya, lanjut Irsal, pemberdayaan ekonomi nyata, surplus pengumpulan asset dikelola secara produktif guna mendanai sektor kesehatan, pendidikan dan pengentasan kemiskinan, dll.
Sinergi Strategis untuk Kemaslahatan
Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), H. Ismail Lutan, menjelaskan bahwa kolaborasi antara PJMI sebagai wadah para jurnalis dengan BAGANA Gerakan Rakyat sebagai gerakan sosial kemanusiaan ini sangat krusial.
Selain menjadi wadah silaturahmi, dan memperingati Tahun Baru Islam 1448 H, acara ini diharapkan mampu memperluas literasi publik mengenai inovasi pengelolaan wakaf saat ini.
Ismail menegaskan, melalui sinergi ini, PJMI berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat lewat pemberitaan yang mencerahkan, sementara BAGANA Gerakan Rakyat siap mengawal implementasi program sosial, kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pemberdayaan di lapangan agar tepat sasaran bagi kesejahteraan umat.(*)
_Jakarta, 24 Juni 2026_
Sumber : Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI)
Reporter : Redaksi Pusat


















