banner 728x250

Mobilitas Damkarmat Kabupaten Cirebon Luar Biasa, Namun Fasilitas Jauh dari Memadai: Ada Apa dengan Pemkab Cirebon?

banner 120x600

KABUPATEN CIREBON – detikfakta.com — Mobilitas petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) di Kabupaten Cirebon memang sudah dikenal sangat cepat, sigap, dan patut diacungi jempol dalam merespons berbagai situasi darurat. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada memadamkan api yang membakar bangunan, tetapi juga mencakup berbagai layanan penyelamatan non-kebakaran yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Mulai dari mengamankan hewan liar yang masuk ke pemukiman, mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas, hingga membantu melepaskan cincin yang tersangkut di jari warga, semua dijalankan dengan penuh dedikasi.

Kecepatan mobilitas yang luar biasa ini tidak terjadi begitu saja. Ia didukung oleh komitmen yang sangat kuat terhadap response time atau waktu tanggap yang ketat, demi meminimalkan kerugian materiil dan yang paling penting, demi menyelamatkan nyawa manusia.

Petugas operasional Damkarmat selalu siaga penuh dalam sistem shift kerja yang berjalan tanpa henti selama 24 jam. Berkat kedisiplinan ini, waktu respons sejak laporan diterima hingga tim bergerak ke lokasi sering kali bisa ditekan hingga hitungan menit saja.

Di lapangan, kendaraan Damkar juga dirancang khusus untuk mampu menerobos kemacetan. Dibekali dengan sirine yang nyaring dan lampu rotator yang berkedip, kendaraan ini memiliki prioritas utama di jalan raya sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas kendaraan, para petugas pun rutin melakukan berbagai simulasi berkendara aman namun cepat (defensive driving) serta latihan fisik yang intens, agar setiap proses evakuasi dan pemadaman dapat berjalan dengan gesit, aman, dan efektif.

Dedikasi Tinggi Tak Diimbangi Fasilitas yang Layak

Namun, di balik mobilitas dan dedikasi petugas yang luar biasa tersebut, terdapat ironi yang sangat menyedihkan. Kerja keras dan pengorbanan para pahlawan tanpa tanda jasa ini sering kali tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas, armada, dan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Mereka dituntut untuk bekerja super cepat dan menghadapi bahaya yang mengancam nyawa, namun peralatan yang mereka gunakan sering kali jauh dari kata layak dan standar keamanan.

Kondisi ini diungkapkan secara langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Drs. H. Dadang Suhendra, M.Si., ketika ditemui oleh tim liputan media di ruang kerjanya pada Selasa, 8 September 2026. Dengan nada prihatin namun tetap tegas, beliau memaparkan berbagai kendala nyata yang selama ini dihadapi oleh jajarannya di lapangan.

Berbagai Kendala Fasilitas yang Menghambat Kinerja

Kepala Dinas Dadang Suhendra menjelaskan bahwa petugas damkar memang sering kali dituntut untuk bergerak cepat dalam hitungan menit, namun di lapangan mereka kerap harus berjuang melawan berbagai kendala fasilitas yang seharusnya tidak perlu terjadi. Berikut adalah beberapa kendala utama yang dihadapi:

1. Armada yang Sudah Berumur dan Sering Rusak

Banyak truk pemadam kebakaran yang dimiliki oleh Disdamkarmat Kabupaten Cirebon kondisinya sudah tua dan sering mengalami masalah mekanis. Ketika keadaan darurat terjadi, ketidakpastian apakah armada akan dapat berjalan dengan baik atau justru mogok di tengah jalan menjadi momok yang menakutkan. Penundaan waktu beberapa menit saja akibat kerusakan mesin bisa berakibat fatal, baik bagi keselamatan jiwa maupun besarnya kerugian materi yang ditimbulkan.

2. Keterbatasan Unit Khusus dan Alat Pelindung Diri

Selain armada utama yang sudah tua, juga terdapat keterbatasan unit khusus yang sangat vital dalam penanganan kebakaran di gedung-gedung tinggi atau kebakaran skala besar. Misalnya, kurangnya armada penunjang seperti mobil tangga untuk menjangkau lantai atas gedung tinggi (sky-lift) atau mobil tangki suplai air tambahan yang mampu membawa cadangan air dalam jumlah besar.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat terbatas. Jumlah baju tahan panas, masker oksigen mandiri (SCBA), dan helm yang memenuhi standar keamanan sering kali kurang memadai. Akibatnya, dalam kondisi darurat, para petugas sering kali harus bergantian menggunakan peralatan tersebut, atau bahkan ada yang terpaksa bekerja dengan peralatan yang kondisinya sudah tidak layak pakai. Ini jelas-jelas menempatkan nyawa petugas dalam bahaya yang tidak perlu.

3. Infrastruktur Jalan dan Hidran yang Tidak Mendukung

Kendala tidak hanya datang dari internal dinas, tetapi juga dari kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Cirebon. Banyak hidran air yang seharusnya menjadi sumber air cadangan saat kebakaran, ternyata dalam kondisi mati atau tidak berfungsi ketika sangat dibutuhkan. Selain itu, banyak akses jalan di pemukiman warga yang sempit, sehingga menyulitkan mobil damkar yang berukuran besar untuk dapat mendekati lokasi kebakaran secara optimal.

“Banyak hidran yang mati atau tidak berfungsi saat dibutuhkan, serta akses jalan yang sempit menyulitkan mobil besar lewat,” tutur Kepala Dinas Dadang Suhendra kepada tim liputan media.

Harapan Besar: Peningkatan Anggaran dan Perhatian dari Pemerintah Daerah

Melihat berbagai kendala yang membelenggu kinerja jajarannya, Kepala Dinas Dadang Suhendra menyampaikan harapan yang sangat mendesak. Beliau menegaskan bahwa peningkatan anggaran dan perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah sangat krusial saat ini. Ketangguhan dan keberanian para petugas di lapangan haruslah ditopang oleh ketersediaan peralatan yang aman, modern, dan memadai. Tidak adil jika petugas diminta bertaruh nyawa sementara peralatan yang mereka gunakan jauh dari standar kelayakan.

“Peningkatan anggaran dan perhatian dari pemerintah daerah sangat krusial agar ketangguhan para petugas di lapangan bisa ditopang oleh peralatan yang aman dan modern,” harapnya.

Dadang juga menambahkan dengan gamblang bahwa ada banyak sekali kendala yang selama ini dialami oleh pihaknya. Mulai dari masalah minimnya anggaran operasional, usia armada yang sudah sangat tua dan seharusnya segera dilakukan peremajaan, hingga berbagai keterbatasan fasilitas lainnya yang menghambat mobilitas dan efektivitas kerja.

“Banyak sekali kendala yang kami alami, seperti minimnya anggaran, usia armada yang seharusnya dilakukan peremajaan dan lain sebagainya,” terang Dadang.

Di akhir pernyataannya, beliau kembali menegaskan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat lebih memperhatikan lagi kebutuhan Disdamkarmat. Perhatian dan dukungan yang nyata dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar mobilitas dan kinerja para petugas pemadam kebakaran dapat berjalan lebih optimal, sehingga mereka dapat melayani dan melindungi masyarakat Kabupaten Cirebon dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Cirebon lebih memperhatikan lagi kebutuhan damkarmat supaya mobilitas kami lebih optimal,” pungkas Kepala Dinas Drs. H. Dadang Suhendra, M.Si.

Pertanyaan Besar untuk Pemkab Cirebon: Ada Apa?

Pengungkapan berbagai kendala fasilitas yang dialami oleh Disdamkarmat Kabupaten Cirebon ini memunculkan pertanyaan besar yang patut diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon: Ada Apa dengan Pemkab Cirebon?

Mengapa instansi yang tugasnya sangat vital dan menyangkut keselamatan nyawa manusia justru dibiarkan berjuang dengan keterbatasan fasilitas yang memprihatinkan? Mengapa anggaran dan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar petugas pemadam kebakaran belum menjadi prioritas yang utama?

Masyarakat Kabupaten Cirebon tentu berharap agar pemerintah daerah segera menanggapi keluhan dan harapan yang disampaikan oleh Kepala Disdamkarmat ini. Para petugas pemadam kebakaran telah memberikan dedikasi terbaik mereka tanpa pamrih. Sudah seharusnya pemerintah daerah membalas dedikasi tersebut dengan memberikan fasilitas, armada, dan perlengkapan yang layak, aman, dan modern. Jangan sampai nyawa petugas dan keselamatan warga menjadi taruhan hanya karena ketidakpedulian terhadap pemenuhan fasilitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Laporan: Dariman. A. Md

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *