DETIKFAKTA.com || KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan resmi memasuki babak baru dalam kepemimpinannya setelah Sukarno Ali mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Lapas untuk mengemban amanah baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Dalam agenda pisah sambut yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Kamis, 20 Agustus 2026, Sukarno Ali yang kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Penindakan dan Pemulihan pada Direktorat Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, menyampaikan catatan perjalanan pengabdiannya selama memimpin institusi pemasyarakatan yang terletak di kaki Gunung Ciremai tersebut.
Dengan penuh rasa syukur dan kebijaksanaan, Sukarno Ali mengungkapkan bahwa berbagai capaian signifikan yang diraih selama masa kepemimpinannya tidak terlepas dari dedikasi tinggi serta kerja sama yang solid dari seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Kuningan. Berkat dukungan tersebut, berbagai terobosan dalam bidang pelayanan, pengamanan, maupun pembinaan dapat terlaksana secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lembaga.
Salah satu inovasi unggulan yang lahir di bawah komandonya adalah sistem mitigasi proteksi kebakaran bertajuk “Jawara Api”, yang dirancang terintegrasi langsung dengan instansi pemadam kebakaran setempat guna mempercepat respons penanganan risiko kebakaran.
Selain itu, perhatian serius juga diberikan pada peningkatan mutu layanan kesehatan bagi warga binaan, optimalisasi penyelenggaraan dapur sehat melalui program “Dapur Sehat Selaras”, hingga penataan menyeluruh terhadap gerbang utama dan area publik lapas demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan representatif.
Atas berbagai upaya pembangunan dan pembenahan tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan berhasil menorehkan sederet apresiasi bergengsi dari berbagai lembaga pengawas dan kementerian terkait. Di antaranya adalah rapor kinerja pelayanan publik dengan kategori “Baik” dan bebas dari maladministrasi berdasarkan penilaian Ombudsman Republik Indonesia, raihan nilai sempurna 100 dalam evaluasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dari KPPN Kuningan, serta keberhasilan melewati tahapan penilaian Tim Penilai Internal menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Sukarno Ali juga menekankan bahwa keberhasilan berbagai program pembinaan maupun operasional lapas sangat bergantung pada kolaborasi yang luas dan harmonis dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta puluhan mitra strategis di tingkat daerah.
Kerja sama lintas sektoral tersebut terjalin aktif dalam berbagai bentuk, mulai dari pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), pendampingan hukum bagi warga binaan melalui sinergi dengan Pengadilan Agama, pemenuhan hak layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas rujukan, hingga pemberdayaan kemandirian warga binaan bersama kalangan akademisi dan koperasi pertanian.
Dalam momen penyerahan tongkat estafet kepemimpinan kepada pejabat baru, Sukarno Ali berpesan dengan penuh kebijaksanaan agar semangat kebersamaan, integritas, serta ritme inovasi yang telah terbangun dengan kokoh selama ini senantiasa dipelihara, ditingkatkan, dan dikembangkan lebih lanjut demi kemajuan kualitas pelayanan publik di Lapas Kelas IIA Kuningan.
Di akhir sambutannya, beliau turut menyampaikan permohonan maaf yang tulus serta pamit undur diri kepada segenap unsur pemerintahan daerah, mitra kerja, maupun masyarakat luas apabila dalam masa pengabdiannya terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan. Sukarno Ali juga memohon doa dan restu untuk melaksanakan amanah baru di lingkungan Ditjenpas, khususnya dalam mengemban tugas pengamanan pemasyarakatan pada tingkat nasional dengan sebaik-baiknya.
(Laporan: Dariman A. Md)


















