banner 728x250

Lapas Kelas IIA Kuningan Bagikan Kebutuhan Dasar Wujud Pelayanan Humanis dan Pondasi Pembinaan yang Bermartabat

banner 120x600

detikfakta.com  |  Kuningan – setiap insan, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk hidup layak, bersih, dan terjaga kesehatannya—hak yang tidak hilang meskipun seseorang sedang menjalani proses pembinaan. Menyadari nilai kemanusiaan yang mendasar tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus memperteguh komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang optimal, adil, dan bermartabat bagi seluruh warga binaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pembagian perlengkapan mandi yang dilaksanakan pada Senin (20/7), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, di lingkungan Lapas Kelas IIA Kuningan.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, dan berlangsung dengan suasana tertib serta penuh kehangatan. Turut hadir menyertai pelaksanaan kegiatan jajaran pejabat struktural, Regu Pengamanan Pagi, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Kelas IIA Kuningan, serta dihadiri oleh seluruh warga binaan yang menjadi penerima manfaat.

Dalam penyalurannya, setiap warga binaan menerima satu paket lengkap perlengkapan mandi yang terdiri atas sabun mandi, sampo, pasta gigi, dan sikat gigi. Secara keseluruhan telah disalurkan sebanyak 462 paket, dengan rincian: 291 paket untuk warga binaan Blok Atas, 169 paket untuk warga binaan Blok Bawah, serta 2 paket khusus bagi warga binaan Open Camp Palutungan. Pembagian yang merata ini menjadi bukti bahwa perhatian dan pelayanan diberikan tanpa memandang perbedaan tempat tinggal maupun status pembinaan.

Pemenuhan kebutuhan dasar seperti ini bukan sekadar urusan penyediaan barang kebutuhan sehari-hari, melainkan bagian tak terpisahkan dari upaya sistematis meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas pembinaan pemasyarakatan. Kebersihan diri yang terjaga adalah awal dari kesehatan fisik, ketenangan jiwa, serta terbentuknya lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan nyaman—kondisi yang sangat dibutuhkan agar proses perbaikan diri dapat berjalan dengan baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan dengan penuh kebijaksanaan bahwa pemenuhan hak dasar warga binaan adalah amanah dan tanggung jawab negara yang harus dijalankan secara konsisten, sungguh-sungguh, dan tidak boleh diabaikan.

“Pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, termasuk penyediaan perlengkapan mandi ini, adalah cerminan nyata komitmen kami menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan beradab. Kami ingin menyampaikan bahwa meskipun sedang menjalani hukuman, mereka tetap manusia yang berhak diperlakukan dengan layak. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan semakin memiliki kesadaran dan semangat untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungan bersama. Sebuah pembinaan yang bermutu dan mengubah perilaku tidak akan pernah tegak jika kebutuhan yang paling dasar saja belum terpenuhi,” ujar Sukarno Ali.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Danu, menambahkan bahwa momen pembagian ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran nilai kehidupan. “Kegiatan ini bukan sekadar membagikan barang, melainkan menanamkan kebiasaan baik dan pola hidup bersih sehat sebagai karakter yang harus dibangun kembali. Harapan kami, apa yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan kebiasaan positif ini terus melekat hingga mereka kembali bermasyarakat kelak,” ungkap Danu.

Salah satu warga binaan pun menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Lapas Kuningan. Perhatian seperti ini terasa sangat berarti, menjadi penyemangat kami untuk terus berusaha memperbaiki diri dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi,” ujarnya dengan nada tulus.

Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Lapas Kelas IIA Kuningan berharap budaya hidup bersih dan sehat dapat tumbuh menjadi kesadaran bersama. Hal ini adalah bagian dari perjalanan panjang mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, serta berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial—agar kelak warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan bermartabat.

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *