KUNINGAN | detikfakta.com, Menghormati jasa dan perjuangan para leluhur yang menjadi fondasi berdirinya daerah adalah wujud syukur sekaligus komitmen meneruskan perjuangan mereka. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., dan Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Rama Jaksa Patikusuma di Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, pada Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momen refleksi untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para pendahulu yang telah mewarnai perjalanan sejarah Kuningan.
Penuh Khidmat Memanjatkan Doa dan Mengambil Keteladanan
Setibanya di kompleks makam, Bupati Dian beserta rombongan — yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kuningan, Kabag Kesra Setda Kuningan, serta unsur terkait lainnya — mengikuti prosesi ziarah dengan penuh khidmat. 
Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa para leluhur yang telah meninggalkan warisan nilai-nilai luhur bagi generasi penerus.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, ziarah leluhur bukan sekadar rangkaian seremonial peringatan Hari Jadi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah, sekaligus menggali nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pijakan dalam membangun Kuningan di masa kini dan masa mendatang.
Mengenang Sosok Pangeran Rama Jaksa Patikusuma: Raja, Panglima, dan Ulama
Berdasarkan keterangan juru pelihara makam, Andi, Pangeran Rama Jaksa Patikusuma dikenal sebagai sosok luar biasa yang memiliki tiga peran sekaligus dalam sejarah Kuningan: raja, panglima, dan ulama. Beliau tidak hanya memimpin pemerintahan dan memimpin pertahanan wilayah, tetapi juga menyebarkan agama Islam serta membimbing kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat pada masanya.
Beliau juga dikenal sebagai seorang pendidik yang tulus. Salah satu sosok yang mendapat pengasuhan dan pendidikan langsung darinya adalah Surangga Jaya, yang kelak dikenal sebagai Pangeran Arya Kamuning atau Pangeran Kuningan.
Dalam tradisi sejarah, Pangeran Rama Jaksa Patikusuma juga memiliki gelar lain, yakni Ki Gedeng Kemuning, yang menjadi asal-usul nama Kemuning yang kemudian disematkan kepada murid sekaligus penerusnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan sejarah Kuningan tidak hanya dibangun melalui kekuatan pemerintahan, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan para tokoh leluhur.
Jejak Pangeran Rama Jaksa Patikusuma di Winduherang hingga kini tetap dijaga dan dikenang masyarakat. Keberadaan makamnya menjadi pengingat abadi akan peran para leluhur dalam membentuk kehidupan sosial, keagamaan, dan pemerintahan di wilayah Kuningan.
Lanjutkan Napak Tilas Sejarah, Ziarah ke Makam Pangeran Arya Adipati Ewangga dan Sunan Gunung Jati
Usai melaksanakan ziarah ke makam Pangeran Rama Jaksa Patikusuma, Bupati Dian bersama rombongan melanjutkan ziarah ke makam Pangeran Arya Adipati Ewangga yang juga berada di Kelurahan Winduherang.
Rangkaian ziarah kemudian berlanjut menuju Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Keterkaitan perjalanan sejarah Kuningan dengan perkembangan Islam dan pemerintahan di wilayah Cirebon dan sekitarnya menjadi bukti bahwa sejarah kita saling terhubung, saling memengaruhi, dan saling memperkaya.
Menghormati Leluhur untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Melalui rangkaian ziarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa menghormati leluhur bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengambil keteladanan, semangat, dan nilai-nilai luhur untuk melangkah membangun masa depan Kuningan yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Semoga semangat para leluhur terus menyertai langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam melayani masyarakat dan mewujudkan cita-cita daerah yang dicita-citakan oleh para pendahulu.
(Laporan: Dariman A. Md)


















