KUNINGAN | detikfakta.com, Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, melainkan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang strategis bagi masa depan bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kuningan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Wisma Permata Kuningan, pada Senin (31/8/2026).
Dalam peringatan yang penuh makna ini, Bupati Dian mendorong seluruh anggota Pramuka untuk menjadi pelopor generasi muda yang tidak hanya tangguh, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pramuka Pelopor Penjaga Kelestarian Lingkungan
“Pramuka harus menjadi pelopor generasi muda terdepan yang menjaga lingkungan,” tegas Bupati Dian di hadapan para pembina, pelatih, dan anggota Pramuka se-Kabupaten Kuningan.
Menurut beliau, tantangan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Kuningan — mulai dari kekeringan di wilayah Kuningan Timur hingga potensi kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Ciremai — membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda melalui aksi nyata dan berkelanjutan.
Bupati Dian mengajak seluruh anggota Pramuka memulai kepedulian lingkungan dari tindakan sederhana di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Tidak ada perubahan besar terjadi apabila tidak dilakukan dengan langkah-langkah yang kecil. Lakukan dari sekarang. Dari hal-hal yang paling kecil. Dari hal-hal yang paling sederhana,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa alam bukanlah warisan semata, melainkan titipan yang harus dijaga dan diwariskan kepada anak cucu kelak. “Alam itu bukan warisan sebetulnya. Hanya titipan yang harus kita titipkan ke anak cucu kita. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Teknologi Harus Diimbangi Penguatan Karakter dan Nilai Luhur
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, Bupati Dian menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai luhur jati diri bangsa.
“Ini sudah bukan lagi sekadar teknologi. Ini sudah menjadi sebuah karakter peradaban. Ini berbahaya kalau tidak disertai dengan nilai-nilai luhur jati diri bangsa kita,” ungkap beliau.
Pramuka hadir untuk memastikan bahwa di tengah kemajuan zaman, generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pengabdian.
Pramuka Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Lebih jauh, Bupati Dian menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. “Jadi hadir Gerakan Pramuka ketika terjadi bencana.
Hadir Gerakan Pramuka ketika masyarakat membutuhkan. Hadir ketika masyarakat merindukan pertolongan, kelembutan, dan kasih sayang,” tuturnya.
Pramuka harus menjadi kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat, memberikan pertolongan, dan mempererat persaudaraan melalui semangat gotong royong.
Gotong royong, menurut beliau, adalah kekuatan terbesar yang dimiliki masyarakat Kuningan untuk membangun daerah, terlepas dari segala keterbatasan yang ada. “Kekuatan kita adalah gotong royong. Saling membantu, saling empati, saling melengkapi,” katanya.
Beliau juga mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang: tidak hanya bertanya apa yang bisa didapatkan dari daerah, melainkan apa yang bisa diberikan untuk daerah.
“Jangan hanya menjadi generasi yang selalu bertanya, ‘Apa yang bisa saya dapatkan dari Kuningan?’ Tapi dibalik, ‘Apa yang kita bisa berikan untuk Kuningan?’” ungkapnya.
Trisatya dan Dasa Dharma Harus Menjadi Perilaku Sehari-hari
Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka, menurut Bupati Dian, tidak boleh berhenti sekadar sebagai hafalan atau slogan. “Ketika kita berkata, ‘Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila,’ maka janji itu harus ditunaikan, tercermin dalam sikap dan perilaku keseharian,” tuturnya. Pramuka adalah salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dukung Swasembada Pangan dan Pemulihan Lingkungan
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Rana Suparman, S.Sos., menyampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka menjadi momen untuk kembali memperkuat nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka.
“Ulang tahun itu kembali kepada fitrah. Fitrah kita adalah Dasa Dharma Pramuka, Trisatya, dan Hymne Pramuka,” ujarnya.
Rana juga mendorong agar seluruh bentuk pelatihan di Pramuka berkurikulum menuju swasembada pangan, sehingga generasi muda memiliki pengetahuan tentang pertanian, iklim, tanah, dan kelestarian lingkungan.
Beliau juga menyoroti kerusakan kawasan punggungan gunung dan berkurangnya cadangan air di sejumlah wilayah Kuningan. “Kalau alamnya rusak, ya harus berteriak. Ini pengamalan dari Dasa Dharma: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” tegasnya.
21 Anggota Terima Lencana Pancawarsa
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 anggota Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan menerima Lencana Pancawarsa Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Tahun 2026 sebagai penghargaan atas kesetiaan dan pengabdian yang berkelanjutan.
Terdiri dari 15 orang Pancawarsa I, dua orang Pancawarsa II, dua orang Pancawarsa III, satu orang Pancawarsa IV, dan satu orang Pancawarsa VIII.
Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina, pelatih, pengurus Kwarcab, Kwartir Ranting, Mabigus, serta seluruh pihak yang konsisten membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
“Teruslah berkarya. Teruslah mengabdi. Teruslah bersinergi, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi bersinergi dengan alam, bersinergi dengan masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, jajaran pengurus Kwarcab Kuningan, para pembina, pelatih, andalan, Ketua Kwartir Ranting, Mabigus, serta Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) se-Kabupaten Kuningan.
Semoga semangat Pramuka terus membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa Pancasila, dan senantiasa peduli terhadap lingkungan serta kemanusiaan.
(Laporan: Dariman A. Md)
















