banner 728x250

Demokrat Bali Tutup Rangkaian HUT ke-25, Konsolidasi Menuju Musda Dimulai

banner 120x600

 

detikfakta.com | | DENPASAR, – Berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali menjadi penanda dimulainya agenda konsolidasi organisasi menuju Musyawarah Daerah (Musda).

 

Setelah berbagai kegiatan yang melibatkan kader, simpatisan hingga masyarakat rampung dilaksanakan, panitia HUT ke-25 Partai Demokrat Provinsi Bali resmi dibubarkan pada Selasa (29/9/2026).

 

Pembubaran berlangsung di Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Jalan Ir. Juanda No. 4, Denpasar, sekitar pukul 10.00 Wita. Momentum tersebut sekaligus menjadi transisi menuju agenda organisasi Demokrat Bali berikutnya.

 

Ketua Panitia HUT ke-25 Partai Demokrat Provinsi Bali, Agung Kartika, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana. Menurutnya, sejumlah program yang digelar tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi partai, tetapi juga menyentuh kepentingan masyarakat.

 

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Yang paling penting, ada kegiatan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Agung.

 

Ia menilai kegiatan sosial dan kemasyarakatan dengan manfaat langsung perlu terus dikembangkan. Menurutnya, keberadaan partai di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

 

“Program yang memiliki dampak sosial tinggi perlu kita lanjutkan karena masyarakat membutuhkan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

 

Usai panitia dibubarkan, perhatian Demokrat Bali kini beralih pada persiapan Musda. Forum tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah Demokrat Bali ke depan.

 

Agung mengatakan Musda tidak hanya berkaitan dengan persoalan kepemimpinan, tetapi juga menyangkut kaderisasi, pendidikan politik, pemahaman ideologi serta arah perjuangan partai di tingkat provinsi.

 

“Musda menjadi momentum untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang sudah berjalan baik. Ini penting untuk memperkuat konsolidasi dan menatap masa depan organisasi,” katanya.

 

Terkait dinamika Musda, Agung menegaskan seluruh kader memiliki ruang dan kesempatan untuk maju sesuai ketentuan organisasi. Sementara proses penentuan nantinya berada pada peserta Musda sesuai mekanisme yang berlaku.

 

“Semua kader punya kesempatan untuk maju. Keputusan berada pada peserta Musda dari unsur DPC, DPD, DPP dan peserta lainnya sesuai mekanisme organisasi. Mekanisme ini harus kita hormati bersama,” tegasnya.

 

Menurutnya, proses Musda diharapkan berlangsung sebagai bagian dari penguatan organisasi, sehingga keputusan yang dihasilkan mampu menjadi pijakan bagi Demokrat Bali dalam menjalankan agenda politik dan organisasi ke depan.

 

“Kita ingin konsolidasi ini menjadi pijakan untuk menghadapi Pemilu 2029 dan memperbaiki capaian dibandingkan 2024,” pungkas Agung.

 

Dengan berakhirnya kepanitiaan HUT ke-25, Demokrat Bali kini memasuki tahapan baru. Fokus organisasi diarahkan pada konsolidasi internal dan persiapan Musda sebagai salah satu agenda penting untuk menentukan arah perjalanan partai di tingkat Provinsi Bali.

 

 

Reporter : Nuri

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *