banner 728x250

Demi Kesehatan Seluruh Warga Kuningan Wabup Tuti Andriani Dampingi Bupati, Sampaikan Isu Krusial ke Kepala Staf Kepresidenan

banner 120x600

detikfakta.com | Kuningan – Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, sekaligus fondasi utama dalam membangun peradaban daerah yang maju dan sejahtera. Namun, mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, layak, dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat tidak jarang menghadapi tantangan yang memerlukan dukungan dan kebijakan menyeluruh dari berbagai tingkatan pemerintahan.

Menyadari hal tersebut, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.IP., M.Si., yang akrab disapa Amih Tuti, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).

Beliau bergabung bersama jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya untuk mendampingi Bupati Kuningan dalam melaksanakan silaturahmi serta audiensi penting dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman.

Langkah nyata yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan ini merupakan wujud kesungguhan untuk memperkuat ikatan sinergi dan kesatuan pandangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Pertemuan ini menjadi ruang berharga untuk menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai program-program prioritas pembangunan daerah, sekaligus mendorong percepatan berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kebaikan masyarakat Kuningan secara keseluruhan.

Dalam dialog tertutup yang berlangsung dengan penuh rasa saling menghargai dan keterbukaan, Amih Tuti secara khusus dan mendalam menyoroti dua isu krusial di bidang kesehatan yang telah mendesak mendapatkan perhatian serta penyelesaian menyeluruh.

Isu pertama adalah penyelesaian status hukum dan legalitas lahan yang menjadi lokasi pembangunan serta pengembangan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggarjati.

Masalah ini selama ini menjadi hambatan yang cukup mendasar, sehingga fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan utama kesehatan bagi warga Kuningan belum dapat berjalan secara maksimal dan optimal sebagaimana yang diharapkan.

Isu kedua yang tidak kalah penting adalah kondisi fasilitas kesehatan dasar di wilayah-wilayah yang termasuk dalam kategori Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kabupaten Kuningan.

Wakil Bupati menjelaskan dengan keprihatinan namun penuh harap bahwa sejumlah Puskesmas di kawasan tersebut masih harus berjuang menghadapi tantangan berat, mulai dari keterbatasan aksesibilitas, belum memadainya kondisi bangunan dan infrastruktur, hingga kesulitan menjangkau masyarakat yang tinggal di lokasi terpencil untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak dan tepat waktu.

“Kami telah berupaya sekuat tenaga sesuai kemampuan yang kami miliki di daerah, namun terdapat kebuntuan regulasi serta keterbatasan sumber daya yang belum dapat kami selesaikan sendiri.

Oleh karena itu, kami menyampaikan harapan yang tulus akan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden, agar dapat membantu memecahkan hambatan tersebut serta mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan yang adil bagi semua warga,” ujar Amih Tuti dengan bijaksana.

Melalui audiensi yang sarat makna ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan menaruh optimisme tinggi akan ditemukannya jalan keluar yang tepat dan solutif atas kendala-kendala teknis yang selama ini menghambat pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sinergi yang terjalin erat antara daerah dan pusat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang lebih adil, berkeadilan, dan berkualitas, sehingga tidak ada satu pun warga Kuningan yang tertinggal dalam mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang bermartabat.

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *