banner 728x250

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pelestarian Adat Budaya di Situs Sunan Bonang

banner 120x600

CIREBON | detikfakta.com – Suasana penuh keberkahan, kekhusyukan, dan kehangatan kebersamaan menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Situs Sunan Bonang, Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Acara berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu, 4–5 September 2026, bertepatan dengan tanggal 21–22 Mulud 1448 H, dimulai pukul 08.00 WIB.

Peringatan kelahiran Rasulullah SAW ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan wujud nyata penghormatan sekaligus upaya pelestarian adat istiadat dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Cirebon selama berabad-abad.

Mengusung semangat menyatukan nilai-nilai keislaman dengan warisan budaya leluhur, acara ini menghadirkan pagelaran seni tradisional yang penuh makna, yakni Wayang Purwa bertajuk “Langgeng Penggalih”.

Pagelaran wayang tersebut disajikan dengan penuh penghayatan oleh Dalang Anung Suyatna Akirna Putra, yang diiringi dengan lantunan tembang yang merdu dan menyentuh hati oleh Ny. Lilis Royani dari Majalengka sebagai Sinden.

Kehadiran seni pertunjukan wayang purwa dalam peringatan Maulid Nabi ini menjadi simbol harmoni antara dakwah Islam dan kearifan lokal, sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa—lembut, bijaksana, dan menyejukkan hati siapa pun yang menyaksikannya.

Kehadiran Keluarga Besar Kemantren Sewu Keraton Kesepuhan Cirebon turut menambah kemeriahan serta kekhidmatan acara. Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen dan kepedulian yang mendalam terhadap pelestarian warisan budaya leluhur, sekaligus mempererat ikatan silaturahmi antara keraton, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam rangkaian acara tersebut, Sokir, S.Pd., Ketua Kemantren Sewu Cirebon Barat, menyampaikan pemaparan yang mendalam dan penuh hikmah mengenai perjalanan hidup, perjuangan, serta dakwah Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Bonang.

Beliau menuturkan bahwa Sunan Bonang adalah salah satu anggota Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan yang sangat bijaksana, penuh kasih sayang, dan senantiasa menghargai nilai-nilai budaya yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Dakwah Sunan Bonang mengajarkan bahwa kebenaran agama tidak harus menabrak tradisi, melainkan dapat berjalan beriringan, saling memperkaya, dan melahirkan peradaban yang harmonis.

Acara ini menjadi bukti yang nyata bahwa nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup, dihormati, dan dirayakan di tengah masyarakat hingga saat ini. Lebih dari sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak mulia Beliau—yang penuh kasih sayang, kebijaksanaan, dan toleransi—sambil terus merawat dan melestarikan kekayaan budaya yang menjadi identitas bangsa.

Semoga semangat kebersamaan dan ketauladanan ini senantiasa terjaga, membawa berkah, dan menjadikan masyarakat semakin rukun, harmonis, dan sejahtera.

(Dariman.A.Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *