Kepulauan Seribu, detikfakta.com :
Dalam upaya mendorong roda perekonomian lokal dan memaksimalkan potensi wisata bahari, Universitas Terbuka (UT) menggelar program pengabdian masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu. Kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital (*digital marketing*) ini diselenggarakan pada Jumat (3/7/2026) siang, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Pulau Kelapa.
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri oleh puluhan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Kelapa. Kehadiran para pegiat wisata ini mencerminkan antusiasme yang tinggi untuk membawa kawasan mereka bersaing di kancah pariwisata modern berbasis digital
Fokus pada Peningkatan Kapasitas SDM
Kegiatan ini diinisiasi secara khusus dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan berwirausaha serta memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal melalui optimalisasi platform digital. Rangkaian acara dikemas secara interaktif, memadukan sesi pemaparan materi pelatihan dengan sesi diskusi dua arah, sehingga para peserta dapat langsung berkonsultasi mengenai tantangan bisnis yang mereka hadapi di lapangan.
Menghadirkan pakar di bidangnya, M. Adam Sudaryanto, S.E., M.B.A., bertindak sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi pelaku ekowisata dan UMKM di era digital saat ini.
> “Transformasi ke ranah digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategi bagi Pokdarwis agar potensi keindahan dan produk lokal Pulau Kelapa dapat dikenal lebih luas. Lewat manajemen kewirausahaan yang rapi dan pemasaran digital yang tepat sasaran, masyarakat bisa menciptakan peluang pasar baru secara mandiri,” ujar M. Adam Sudaryanto di sela-sela materi pelatihan.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem pariwisata di Pulau Kelapa.
Melalui pembekalan strategi ini, kreativitas para pelaku usaha dalam mengemas produk kuliner, kerajinan, maupun jasa pemanduan wisata diharapkan dapat meningkat signifikan. Pada akhirnya, peningkatan keterampilan ini diproyeksikan mampu mendongkrak volume kunjungan wisatawan dan secara langsung meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Syafaat


















