detikfakta.com – Cirebon -Keselamatan dan kesehatan bayi baru lahir merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan kesehatan di sebuah rumah sakit. Menyadari pentingnya kesiapan serta keterampilan yang mumpuni dalam menangani kondisi darurat pada masa kelahiran, Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) Rumah Sakit Daerah Gunung Jati menyelenggarakan kegiatan Workshop Kesehatan dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan penanganan resusitasi neonatus.
Kegiatan yang sarat manfaat ini dibuka secara resmi oleh Direktur RSD Gunung Jati, dr. Katibi, MKM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan yang terampil, sigap, dan menguasai prosedur terkini adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa bayi baru lahir yang mengalami gangguan pernapasan maupun sirkulasi saat dilahirkan.
“Setiap detik sangat berharga dalam penanganan bayi baru lahir. Kompetensi yang terlatih dan terstandar akan sangat menentukan keselamatan serta masa depan si kecil,” ujar dr. Katibi.
Selain sesi pembukaan, rangkaian acara juga diisi dengan sosialisasi layanan unggulan rumah sakit. Kepala Tim Kerja Hukum, Humas, dan Pemasaran RSD Gunung Jati, Linda Rafliyani, SKM, MKM, memperkenalkan layanan Klinik Sore yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat demi kemudahan akses pelayanan kesehatan di luar jam kerja biasa, sekaligus menyampaikan informasi saluran kontak resmi yang dapat dihubungi kapan saja untuk keperluan informasi maupun pelayanan.
Materi inti kegiatan berupa pemaparan terkait pembaruan panduan penanganan disampaikan secara mendalam oleh dr. Suci Saptyuni, Sp.A, dengan mengangkat topik Update Neonatal Resuscitation. Pemaparan ini menyajikan perkembangan terkini, prinsip dasar, hingga langkah-langkah penanganan yang paling tepat dan aman sesuai standar pelayanan medis terkini.
Tidak hanya berhenti pada teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung berupa simulasi penanganan resusitasi neonatus yang dipandu secara intensif oleh dr. Gebrina. Melalui metode simulasi, seluruh peserta yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan terkait berlatih mengasah keterampilan teknis, ketepatan bertindak, serta kekompakan kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.
Metode ini dirancang agar peserta lebih siap, percaya diri, dan terbiasa mengambil keputusan yang cepat namun tepat saat berada di ruang persalinan.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, RSD Gunung Jati kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan demi menjamin keselamatan pasien.
Penguatan kemampuan tim penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan maupun kematian pada masa perinatal, sekaligus memberikan jaminan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. 29 Juli 2026
(Dariman. A. Md)


















