Indramayu | detikfakta.com – Dini hari belum beranjak, tetapi sebuah mobil minibus Suzuki Carry di sebuah garasi wilayah Haurgeulis sudah lebih dulu mengundang kecurigaan warga.
Bukan tanpa alasan. Mobil itu mengangkut 100 karung beras bantuan pangan kemasan 10 kilogram, atau sekitar 1 ton beras. Yang membuat situasi semakin janggal, pelat nomor kendaraan di bagian depan disebut berbeda dengan pelat nomor di bagian belakang.
Polsek Haurgeulis kemudian bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat pada Jumat dini hari (25/9/2026).
Mobil tersebut ditemukan terparkir di garasi milik ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukajati yang juga disebut merupakan suami dari Kuwu Sukajati. Lokasinya berada di Blok Manggungan RT 003 RW 008, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
Kapolsek Haurgeulis AKP Saefulloh mengatakan pihaknya menerima aduan masyarakat terkait keberadaan kendaraan tersebut.
“Kami bergerak cepat setelah menerima aduan dari masyarakat yang menaruh curiga,” ujar Saefulloh saat memimpin pengamanan di lokasi.
Dari Satu Mobil, Terungkap 1 Ton Beras
Polisi tidak langsung menyimpulkan apa yang terjadi. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak dan disaksikan Kasi Trantib Kecamatan Haurgeulis, ketua RT setempat, serta Satgas Desa Haurgeulis.
Saat muatan dibuka, petugas menemukan 20 karung berukuran besar. Setelah diperiksa lebih lanjut, setiap karung besar berisi 5 karung kecil beras bantuan pangan dengan kemasan 10 kilogram. Totalnya mencapai 100 karung atau sekitar 1 ton beras bantuan pangan.
Seluruh muatan bersama kendaraan kemudian diamankan ke Mapolsek Haurgeulis untuk kepentingan penyelidikan.
Di titik inilah persoalan menjadi lebih serius untuk ditelusuri, dari mana beras sebanyak itu berasal, siapa yang menguasainya, dan sebenarnya untuk siapa beras tersebut diperuntukkan?
Selain muatan beras, polisi juga harus menjawab persoalan lain yang ditemukan di lapangan, yakni perbedaan pelat nomor antara bagian depan dan belakang kendaraan.
Apakah perbedaan tersebut berkaitan dengan administrasi kendaraan, kesalahan pemasangan, atau ada alasan lain? Polisi belum memberikan kesimpulan.
AKP Saefulloh menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul dan peruntukan beras bantuan tersebut.
Dengan demikian, belum ada kesimpulan bahwa beras tersebut telah diselewengkan. Namun, jumlah muatan yang mencapai 1 ton dan keberadaan kendaraan dengan pelat nomor berbeda membuat perkara ini layak mendapat penjelasan secara terang.
Masyarakat kini menunggu jawaban atas sejumlah pertanyaan yang muncul: siapa pemilik atau pengelola beras tersebut, dari mana beras bantuan itu didapat, mengapa disimpan di lokasi tersebut, ke mana seharusnya beras itu didistribusikan, dan mengapa identitas kendaraan yang mengangkutnya berbeda antara depan dan belakang?
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian temuan tersebut.
Jika penyelidikan menemukan pelanggaran, publik tentu menunggu penjelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab. Sebaliknya, jika terdapat alasan administratif atau distribusi yang sah, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan agar keberadaan 1 ton beras bantuan tersebut tidak terus menjadi tanda tanya.pungkasnya
Reporter : (Masroni kabiro Indramayu)


















