Detikfakta.com | Serang Banten – Bedolan pamarayan yang sering di sebut pesta rakyat kini pelaksanaannya pada hari sabtu 17/10/2026, menimbulkan keluhan dari peternak ikan yang belum waktunya di panen, terpaksa ratusan ribu ikan mas, nila, bawal, di evakuasi ke kolam terepal seadanya.
Walapun upaya pemindahan di lakukan karna tempat pemindahaan kurang memadai, ikan berumur 4 bulan yang belum waktunya di panen banyak yang mati, di perkirakan sekitar 350 Kg dan itu masih terus bertambah.
Seorang peternak ini bernama Roni warga kampung panyabrangan desa panyabrangan kecamatan cikesal, memiliki kolam jaring di area kali ciujung tepatnya depan jembatan lama pamarayan,dirinya merasa kerugian hingga puluhan juta rupiah, menurutnya akibat Sebelum pelaksanaan bedolan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu, serta pemberitahuan yang mendadak membuatnya tidak sempat mempersiapkan kolam di darat untuk pemindahan ikan-ikannya lebih dulu.
Saya mendapat surat pemberitahuan sekitar jam 10 malam, saya belum persiapan untuk memindahkan ikan-ikan ini, setelah saya mendapat surat itu saya bergegas bersama anak-anak melakukan pemindahan ikan ke kolam terepal seadanya, kata roni.
Persiapan seadanya hanya dengan 3 kolam terepal berukuran 3 sampai 5 meter jelas penampungan ratusan ribu ikan ini tidak seimbang, akibatnya ikan banyak yang mati padahal panen tinggal sebulan lagi, dengan banyaknya yang mati ini,usaha ternak saya terancam kerugian besar,keluh roni.
Lanjut menurutnya bedolan pamarayan merupakan tradisi tahunan, namun biasanya ada tanggal dan bulan tertentu yaitu tanggal 10 bulan 10 yang biasa di gunakan untuk acara bedolan Pamarayan, biasanya para panitia terlebih dahulu melakukan sosialisasi melihat situasi dan kondisi untuk mengantisipasi acara tersebut dari dampak yang akan terjadi ke masyarakat,terang roni.
Dalam penyampaiannya roni berharap, pihak penyelenggara bertanggung jawab atas kerugian yang di alaminya, baik secara materil maupun finansial.
Selain dampak pada peternak ikan, di kabarkan tanah milik warga banyak terkena abrasi terjadi di sepanjang kali ciujung pamarayan.
Terpisah melalui via whatsap ketua panitia anis puad belum dapat memberi penjelasan terkait mekanisme dan apa bentuk pertanggung jawaban kalau ada masyarakat yang di rugikan, ia hanya membenarkan dirinya selaku ketua, saya cape mau istirahat pak,kata anis puad selanjutnya belum ada jawaban lagi.
*/Abdul R


















