Jakarta, detikfakta.com :
Bukan Sekadar Bantuan, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Asa Baru Petani Munjul: “Terima Kasih Pemerintah”. Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dari Lahan yang Nyaris Terlupakan, Harapan Petani Munjul Kembali Tumbuh : Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa 2026 Disambut Haru
Harapan baru tumbuh di tengah hamparan lahan pertanian Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa (OPLAH) Tahun 2026 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Munjul mendapat apresiasi dari sejumlah kelompok tani dan masyarakat.
Bagi para petani, program tersebut bukan sekadar bantuan pemerintah, melainkan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Sejumlah kelompok tani penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten hingga Pemerintah Pusat, khususnya jajaran Dinas Pertanian yang telah menghadirkan program tersebut di tengah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Bantuan dan program seperti ini sangat berarti bagi kami para petani.
Mudah-mudahan program ini terus berlanjut karena pertanian adalah sumber kehidupan kami dan keluarga,” ujar salah seorang petani.
Menurut para kelompok tani, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk kembali mengoptimalkan lahan yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Mereka berharap program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tetapi dapat terus dilanjutkan dengan pendampingan, pembinaan, bantuan sarana produksi, serta program lain yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.
“Kami bukan hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pendampingan. Kami ingin lahan kami produktif, hasil pertanian meningkat dan kehidupan keluarga kami juga semakin baik. Kalau petani sejahtera, insyaallah masyarakat juga ikut sejahtera,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian Provinsi Banten, serta pemerintah pusat yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Munjul.
Tak lupa, para petani juga menyampaikan terima kasih kepada Koordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) Kecamatan Munjul, Dadang Daryatno, yang dinilai turut memberikan pendampingan dan membantu komunikasi antara petani dengan pemerintah.
Bagi petani, keberadaan penyuluh di lapangan memiliki arti penting karena mereka tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga membutuhkan orang yang dapat mendampingi dan memberikan arahan ketika menghadapi berbagai persoalan dalam mengelola lahan pertanian.
Korluh Pertanian: Petani Harus Menjadi Prioritas
Sementara itu, Dadang Daryatno, Korluh Pertanian Kecamatan Munjul, menyampaikan bahwa program optimasi lahan pertanian merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu petani memanfaatkan lahan secara lebih optimal.
“Kami tentu bersyukur program ini bisa hadir dan dirasakan oleh para petani di Kecamatan Munjul. Harapan kami, lahan yang mendapatkan program dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan hasil dan manfaat bagi kelompok tani,” ujar Dadang.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah maupun penyuluh, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama kelompok tani sebagai penerima manfaat.
Dadang juga mengajak para petani agar menjaga, merawat dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara bertanggung jawab sehingga program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang.
“Kami dari penyuluh akan terus berupaya mendampingi petani. Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan produktivitas. Kami berharap para petani tetap semangat mengolah lahannya dan tidak mudah menyerah,” katanya.
Petani: Semoga Perhatian Pemerintah Terus Berlanjut
Para petani Kecamatan Munjul berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada satu program. Mereka berharap ke depan semakin banyak program yang dapat membantu meningkatkan produktivitas, mulai dari pengolahan lahan, benih, pupuk, irigasi, alat mesin pertanian hingga pemasaran hasil panen.
“Kami hanya ingin hidup lebih baik dari hasil bertani. Kalau pemerintah terus memperhatikan kami, kami juga akan berusaha menjaga dan memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Semoga apa yang dilakukan pemerintah menjadi amal dan membawa keberkahan bagi semua,” tutur salah seorang petani.
Program Optimasi Lahan Pertanian Non Rawa Tahun 2026 di Kecamatan Munjul diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Di balik angka, program dan anggaran pemerintah, terdapat harapan para petani yang ingin terus menghidupkan lahan, menanam, memanen dan menghidupi keluarganya dari tanah yang mereka garap.
Bagi mereka, ketika lahan kembali produktif, di situlah harapan keluarga dan masa depan anak-anak kembali tumbuh.
Reporter : Edo


















