banner 728x250

Optimalisasi Bank Tanah dan Properti BUMD Dinilai Strategis Perkuat Daya Saing Jakarta

Oplus_131072
banner 120x600

 

Jakarta, detikfakta.com :

Senin, 9 Maret 2026 – Optimalisasi pengelolaan bank tanah serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengembangan properti dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan _Round Table Discussion (RTD)_ bertajuk “Optimalisasi Bank Tanah dan Pengembangan Properti BUMD untuk Meningkatkan Daya Saing Kota Jakarta” yang digelar di Novotel Jakarta Cikini.

  • Diskusi yang berlangsung pukul 13.00–19.00 WIB ini diselenggarakan oleh Forum Profesional Manajemen Aset dan Pengembangan Kawasan Perkotaan berkolaborasi dengan dan didukung oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes dan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan BUMD, akademisi, praktisi, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan kota Jakarta.

Sejumlah narasumber hadir memberikan perspektif strategis, antara lain Arjo Baroto (Direktur Pengembangan Perumda Sarana Jaya), I Made Pasek Budi Awan (Koordinator Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi  Daerah Khusus Jakarta), Mega Oktaviany (Akademisi dari Universitas Gunadarma), Reko Saprianto (Founder Reko Management Consultant), Zikky Ardiansyah (Kanwil BPN Provinsi Jakarta), serta Imeda ( _Jakarta Asset Management Centre_ , BPAD Jakarta)..

Perwakilan Forum Profesional Manajemen Aset dan Pengembangan Kawasan Perkotaan, Sudirman, menyampaikan bahwa diskusi ini diinisiasi sebagai ruang dialog konstruktif untuk memperkuat tata kelola aset daerah sekaligus meningkatkan peran BUMD dalam pembangunan kawasan perkotaan.

_“Jakarta memiliki potensi aset dan lahan yang sangat besar. Melalui forum diskusi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan bank tanah dan pengembangan properti BUMD yang lebih optimal, profesional, serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat,”_ ujarnya.

  • Direktur Pengembangan Sarana Jaya, Arjo Baroto, menegaskan bahwa bank tanah yang dikelola BUMD dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

_“Bank tanah yang dikelola Sarana Jaya bukan sekadar aset diam, tetapi instrumen strategis yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Melalui pengelolaan yang tepat, aset tersebut dapat membuka peluang investasi baru sekaligus menghasilkan pendapatan berulang bagi daerah, dengan tetap menjaga keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan publik,”_ jelasnya.

 

Sementara itu, Mega Oktaviany menekankan bahwa pengelolaan bank tanah perlu dilakukan secara terintegrasi dengan perencanaan pembangunan kota agar memberikan dampak yang lebih luas.

 

_“Optimalisasi bank tanah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dimanfaatkan secara strategis untuk menghasilkan social return on investment yang nyata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,”_ katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Reko Saprianto menyoroti pentingnya inovasi model bisnis BUMD dalam menghadapi persaingan dengan pengembang swasta.

 

_“BUMD memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah melalui optimalisasi aset yang dimiliki. Namun di tengah semakin kuatnya persaingan dengan developer swasta, BUMD perlu menghadirkan inovasi model bisnis serta memperkuat kolaborasi investasi agar aset daerah dapat dimanfaatkan secara lebih produktif,”_ ujarnya.

 

Dalam forum diskusi ini, pihak kejaksaan dan perwakilan instansi pemerintah lainnya, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, lembaga penegak hukum, akademisi, serta masyarakat dalam memastikan pengelolaan aset dan pemanfaatan lahan berjalan secara transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat

 

Melalui forum diskusi ini, berbagai gagasan dan rekomendasi yang muncul diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi Jakarta dalam merumuskan kebijakan pengelolaan aset daerah serta pengembangan kawasan perkotaan di masa depan serta dapat mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Sumber : Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *