banner 728x250

MIO Bali Apresiasi Sekretaris MIO Bali I Nengah Rata Artana Setelah Menerima Rekognisi Dosen di Dies Natalis ke -15 

banner 120x600

 

 

Badung, detikfakta.com :

 

Kamis 09 Juli 2026 – Ketua Mio Bali Bramono Sitanggang Mengucapkan Selamat dan sukses atas prestasi sekertaris MIO Bali ujarnya.

 

Bersama dengan ratusan dosen lainnya di lingkungan Universitas Dhyana Pura atau yang dikenal dengan UNDHIRA-BALI I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn yang juga menjabat Sekretaris Media Independen Online Indonesia Provinsi Bali; (MIO Provinsi Bali) menerima rekognisis/reward dengan jenis publikasi; Jurnal Sinta 4 dengan judul Publikasi “Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Alam Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta”.

 

Untuk jenis publikasi Koran/Majalah Populer/Majalah Umum berjudul “PKM Mandiri di Toya Ubud Ecopark and Waterfall, Desa Kenderan Ubud, Gianyar, Bali”.

 

Sedangkan jenis publikasi yang terakhir adalah Pemakalah dan Prosiding Nasional (Internal Universitas Dhyana Pura) berjudul “Implementasi Event Base Tourism (EBT) Melalui Pergelaran Genta Nusantara IV Gunungkidul 2025 Berbasis Community- Culture Base Tourism (C-CBT) di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Reward diserahkan oleh Sekretaris Yayasan Dhyana Pura Bapak Widodo Marmer, S.E., M.M.A.

 

Diwawancari seusai acara, Pak Rate sapaan akrabnya juga menjelaskan; yang didapatkan ini hanyalah sebuah prestasi sinergi atau kebersamaan didalam sebuah tugas dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, karenanya saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan, Universitas Dhyana Pura beserta jajarannya, terutama kepada Pimpinan dan Staff di LPPM Universitas Dhyana Pura, jelasnya.

 

Selanjutnya, kepada media (terutama kawan-kawan di MIO Bali) saya juga mengucapkan terimakasih karena telah mensosialisasikan Sapta Karya Pariwisata Indonesia dari beberapa tahun yang lalu sampai tahun ini,”ucapnya

 

Sambil melanjutkan penjelasan bahwa isi atau gagasan independen Sapta Karya Pariwisata Indonesia ini adalah 7 pilar atau prinsip dasar yang berisi idealisme dalam pengelolaan pariwisata di Nusantara ini.

 

Lanjutnya, menurut idealismenya Bapak Rate, bahwa pariwisata itu idealnya adalah Pariwisata Berbudaya, Pariwisata Bermusyawarah Mufakat, Pariwisata Berintegritas, Pariwisata Berjiwa Gotongroyong, Pariwisata Berkeadilan Sosial, Pariwisata Berbasis Teknologi Digital, Pariwisata Hijau Berkelanjutan.

 

Ditanya lebih lanjut, apa strategi ke depan dalam rangka memajukan pariwisata Bali, atau bahkan di Nusantara ini dari perspektif dunia akademik, dengan singkat Bapak menjawab; ayo kita bekerja bersama, jika mau implementasikan Sapta Karya Pariwisata Indonesia di lapangan, karena konsep ini mudah dan praktis, serta telah diimplementasikan di beberapa tempat di Bali, bahkan di luar Bali, seperti di Desa Wisata Bugisan, Klaten, Jawa Tengah, selanjut di Dukuh Kabregan, Srimulyo, Bantul, Yogyakarta atas undangan Bapak Panggih Santoso selaku Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kepedesaan (LPMK) setempat, jelasnya mengakhiri wawancara.

 

Sumber : Humas MIO Bali

Reporter : Edo Lembang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *