banner 728x250

Edi Susanto Ritonga Minta Pemerintah Perkuat Penanganan Kabut Asap di Medan dan Sekitarnya

banner 120x600

detikfakta.com | | Sumatera Utara : Kabut asap yang melanda Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Edi Susanto Ritonga. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat buruknya kualitas udara.

Menurut Edi, penanganan kabut asap tidak boleh berhenti pada penyampaian imbauan semata. Pemerintah perlu melakukan langkah konkret melalui edukasi kesehatan, penyebaran informasi secara luas, serta penyediaan masker bagi masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak asap. Kamis, 15 October 2026.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Selama kabut asap masih menyelimuti suatu wilayah, masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan apabila memungkinkan dan menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan diri,” ujar Edi.

Politikus Partai Hanura tersebut juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap. Sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi, seperti televisi, surat kabar, portal berita daring, media sosial, serta penyuluhan langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, informasi mengenai dampak paparan asap dan langkah pencegahannya harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat mengetahui tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ketika kualitas udara memburuk.

“Jangan hanya mengandalkan imbauan umum. Pemerintah harus memastikan informasi mengenai bahaya kabut asap, gejala gangguan kesehatan, dan langkah pencegahan benar-benar sampai kepada masyarakat. Semua saluran komunikasi perlu dimanfaatkan agar informasi tersebut menjangkau lebih banyak warga,” tegasnya.

Selain memperluas sosialisasi, Edi mendorong instansi yang membidangi penanggulangan bencana dan kesehatan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta perangkat daerah terkait, untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi dampak kabut asap.

Ia menilai koordinasi antar lembaga diperlukan agar penyampaian informasi, edukasi kesehatan, dan bantuan kepada masyarakat dapat berjalan secara terpadu. Pemerintah juga diharapkan memperhatikan kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Edi turut meminta pemerintah menyediakan masker di lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat, terutama di kawasan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Menurutnya, langkah tersebut penting karena tidak semua warga memiliki akses atau kesadaran yang memadai untuk menyiapkan perlindungan diri secara mandiri.

Ia berharap pemerintah bersama instansi terkait terus memantau kondisi udara dan mengambil langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan. Dengan upaya yang terkoordinasi, penyebaran informasi yang efektif, serta dukungan perlindungan kesehatan, dampak kabut asap terhadap masyarakat di Kota Medan dan daerah sekitarnya diharapkan dapat diminimalkan.

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *