CIREBON, detikfakta.com
11 September 2026 — Dalam upaya memperkuat langkah preventif pencegahan stunting di Kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengambil pendekatan strategis dengan menyasar kelompok remaja putri sebagai calon ibu masa depan. Melalui kegiatan Aksi Cegah Stunting yang digelar di SMPN 1 Gebang pada hari Jumat ini, sebanyak 200 siswi mendapatkan pembekalan edukasi kesehatan dan pola hidup sehat yang komprehensif.
Kegiatan yang merupakan bagian dari penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta edukasi Pola Hidup Sehat (PHS) di lingkungan sekolah ini, dirancang untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi yang optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Ibu Eni Suhaeni, dalam arahannya menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya saat anak sudah lahir maupun ketika seorang ibu sedang mengandung. Menurut beliau, penanganan yang efektif harus dimulai sejak usia remaja, dengan memberikan perhatian khusus kepada remaja putri.
“Adik-adik remaja putri yang hadir hari ini adalah generasi penerus, yang di masa depan akan menjadi seorang ibu. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus kita mulai sejak usia remaja, dengan cara menjaga kesehatan reproduksi secara baik dan memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara teratur,” ujar Ibu Eni dengan penuh perhatian.
Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rentan dan memerlukan perhatian khusus, mengingat mereka memiliki risiko mengalami kondisi anemia akibat kehilangan darah setiap bulannya melalui siklus menstruasi.
Kondisi anemia yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kata Ibu Eni, dapat berdampak buruk terhadap kesehatan calon ibu dan berpotensi meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan kondisi stunting apabila tidak dicegah sejak dini.
“Remaja putri sangat rentan mengalami anemia karena mengalami siklus haid setiap bulan. Karena itulah, konsumsi tablet tambah darah secara rutin seminggu sekali sangatlah penting untuk mencegah terjadinya anemia yang dapat membahayakan kesehatan di masa depan,” jelas beliau dengan bijaksana.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini, para siswi mendapatkan serangkaian edukasi yang meliputi pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tubuh yang sedang bertumbuh, serta kesadaran akan manfaat mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin dan disiplin.
Selain sesi penyuluhan yang interaktif, rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama untuk menanamkan kebiasaan berolahraga, sarapan sehat bersama sebagai pembiasaan perilaku hidup sehat, serta minum Tablet Tambah Darah secara bersama-sama sebagai bentuk pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dari organisasi profesi, yakni Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), guna memberikan pemahaman yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan kepada para siswi.
Ibu Eni menegaskan dengan tegas bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini bukanlah sekadar seremoni belaka. Pihaknya berharap besar agar pihak sekolah dapat melanjutkan pengawasan dan berperan aktif dalam membangun kebiasaan-kebiasaan positif tersebut, sehingga konsumsi Tablet Tambah Darah dapat menjadi bagian dari rutinitas para siswi, bukan hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung.
Menurut beliau, keberhasilan upaya pencegahan stunting secara menyeluruh membutuhkan keterlibatan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk lingkungan sekolah, peran aktif keluarga di rumah, serta dukungan dan partisipasi dari masyarakat luas.
Selain pemenuhan kebutuhan gizi dan upaya pencegahan anemia, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga terus mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui pembiasaan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Biasakanlah sarapan dengan menu bergizi seimbang sebelum memulai aktivitas, perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan protein hewani, serta senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal kita,” pungkas Ibu Eni memberikan pesan terakhir yang penuh makna.
Melalui pendekatan edukasi sejak usia remaja ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon berharap besar agar kesadaran terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi dapat terbentuk lebih awal dan tertanam kuat. Dengan demikian, upaya ini diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat dan kuat, serta mampu memutus mata rantai stunting sejak sebelum masa kehamilan tiba.
TENTANG STUNTING DAN PENTINGNYA PENCEGAHAN DINI
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pencegahan yang dilakukan sejak usia remaja merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan calon ibu yang sehat, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan bebas dari risiko stunting. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
(Dariman.A. Md)


















