banner 728x250

Anggota Fraksi PKB DPRD Indramayu,Sadar. Minta Pemerintah Bertanggung jawab Terkait Dugaan Keracunan MBG Di SMAN 1 Tukdana

banner 120x600

INDRAMAYU | Detikfakta.com –  Anggota Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Sadar, menyoroti dugaan keracunan yang dialami pelajar SMAN 1 Tukdana setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (6/10/2026).

Legislator muda dari Daerah Pilihan (Dapil) 3 Indramayu itu meminta pemerintah bertanggung jawab atas insiden yang diduga menyebabkan ratusan siswa mengalami keracunan tersebut.

Sadar menilai, penanganan terhadap para siswa yang terdampak harus menjadi fokus utama. Menurutnya, seluruh siswa harus mendapatkan penanganan medis secara cepat, tuntas, dan tanpa terkendala biaya.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara gratis, cepat, dan tuntas di puskesmas maupun RS di wilayah Indramayu. Tidak boleh ada korban yang terlantar atau terkendala biaya pengobatan,” kata Sadar.

Selain penanganan terhadap korban, Sadar menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap tata kelola program MBG, khususnya dalam memastikan keamanan makanan yang diterima para siswa.

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa, tetapi juga mencakup proses penyediaan makanan, standar higienitas, rantai pasok bahan makanan, serta kelayakan operasional katering.

“Kejadian ratusan siswa diduga mengalami keracunan ini menjadi peringatan keras bagi tata kelola program MBG. Harus ada audit SPPG di Tukdana terkait SOP higienitas, rantai pasok bahan makanan, hingga standar kelayakan operasional katering di wilayah Tukdana,” tukasnya.

Sadar juga mendesak Dinas Kesehatan dan instansi terkait melakukan langkah segera terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kerticala. Menurutnya, operasional SPPG perlu dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diketahui.

“Kami mendesak Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk segera membekukan operasional SPPG Desa Kerticala sampai uji laboratorium terhadap sampel makanan selesai dilakukan secara transparan,” pungkasnya.

Ia juga meminta pihak katering penyedia program MBG bertanggung jawab terhadap pembiayaan pengobatan dan proses pemulihan siswa yang terdampak.

“Pihak katering penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus bertanggung jawab penuh atas pembiayaan dan pemulihan para siswa,pungkasnya

Reporter : (Masroni kabiro Indramayu)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *