banner 728x250

Wawan Gunawan Kabiro Media Jurnal Polri Datangi Kominfo Indramayu, Suarakan Aspirasi Awak Media Cirebon yang Merasa Ditebang Pilih

banner 120x600

INDRAMAYU  |  detikfakta.com – Suasana perbincangan tentang perlakuan terhadap insan pers di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Indramayu kembali memanas. Kali ini, Wawan Gunawan, Kabiro Media Jurnal Polri, datang mendatangi kantor Kominfo Indramayu mewakili beberapa media yang memiliki karya tulis pemberitaan tentang Bupati Indramayu. Kedatangannya membawa suara keprihatinan dari sejumlah awak media di Cirebon yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil oleh instansi tersebut.

Kehadiran Wawan Gunawan ini didasari oleh kenyataan pahit yang dirasakan oleh rekan-rekan jurnalis di Cirebon. Mereka melihat adanya ketimpangan yang jelas, di mana media tertentu mendapatkan atensi yang besar dari Kominfo Indramayu, sementara karya-karya jurnalis dari Cirebon justru cenderung diabaikan.

Praktik yang dinilai sebagai “tebang pilih” terhadap awak media dalam pemberitaan mengenai Bupati Indramayu ini tentu saja sangat disayangkan dan melukai rasa keadilan para insan pers.

Minta Pertanggungjawaban atas Penghargaan Karya Jurnalistik

Wawan Gunawan datang ke Kominfo Indramayu bukan tanpa tujuan yang jelas. Beliau hadir dengan harapan untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak instansi terhadap karya-karya yang telah dihasilkan oleh rekan-rekan awak media. Setiap jurnalis, baik dari media besar maupun kecil, baik yang berbasis di Indramayu maupun dari wilayah tetangga seperti Cirebon, telah bekerja keras menghasilkan karya tulis pemberitaan yang informatif dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, hak mereka untuk mendapatkan apresiasi, pengakuan, dan perlakuan yang setara wajib dihargai. Wawan menegaskan bahwa penghargaan terhadap karya jurnalistik tidak boleh dilakukan secara sepihak. Tidak seharusnya hanya media-media tertentu saja yang mendapatkan perhatian, sementara yang lain dibiarkan bekerja tanpa pengakuan atau bahkan dianggap tidak ada.

“Hak mereka wajib dihargai, bukan hanya sepihak saja. Kominfo Indramayu yang tebang pilih awak media dalam pemberitaan Bupati Indramayu,” tegas Wawan Gunawan menyuarakan aspirasi yang diwakilinya.

Praktik Tebang Pilih: Ancaman bagi Ekosistem Pers yang Sehat

Tuduhan adanya praktik tebang pilih yang dilakukan oleh Kominfo Indramayu terhadap awak media adalah hal yang serius. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para jurnalis yang merasa dirugikan, tetapi juga bagi kesehatan ekosistem pers di wilayah tersebut.

Pers yang sehat adalah pers yang bebas, independen, dan diperlakukan secara adil oleh semua pihak, termasuk oleh instansi pemerintah. Ketika ada kecenderungan untuk memihak atau membedakan perlakuan terhadap media tertentu, hal itu dapat menciptakan iklim yang tidak kondusif. Jurnalis akan merasa bahwa profesionalisme dan kualitas karya mereka tidak lagi menjadi ukuran utama, melainkan faktor lain yang tidak transparan.

Lebih jauh lagi, praktik tebang pilih ini juga dapat merugikan masyarakat publik. Masyarakat berhak mendapatkan informasi dari berbagai sumber media yang beragam. Jika hanya media tertentu yang mendapatkan akses dan atensi dari pemerintah, maka keragaman informasi yang diterima masyarakat juga akan menjadi terbatas dan cenderung satu arah.

Pentingnya Keterbukaan dan Keadilan dalam Hubungan Pemerintah dan Pers

Kedatangan Wawan Gunawan ke Kominfo Indramayu ini menjadi pengingat yang penting bagi instansi pemerintah untuk selalu menjaga prinsip keterbukaan dan keadilan dalam berhubungan dengan insan pers. Pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Kominfo, seharusnya menjadi mitra yang adil bagi semua media, bukan pihak yang memihak atau membedakan perlakuan.

Setiap karya jurnalistik yang dihasilkan dengan mematuhi etika dan aturan yang berlaku layak mendapatkan perlakuan yang sama. Baik itu pemberitaan tentang Bupati Indramayu maupun tentang topik lainnya, apresiasi dan perhatian seharusnya diberikan berdasarkan kualitas dan manfaat karya tersebut bagi masyarakat, bukan berdasarkan pertimbangan lain yang bersifat diskriminatif.

Para awak media dari Cirebon yang diwakili oleh Wawan Gunawan berharap bahwa suara mereka kali ini benar-benar didengar oleh pihak Kominfo Indramayu. Mereka tidak menuntut perlakuan khusus, melainkan hanya menuntut keadilan dan penghargaan yang setara atas kerja keras dan dedikasi mereka sebagai insan pers.

Menunggu Tindak Lanjut yang Konstruktif

Kini, bola ada di tangan pihak Kominfo Indramayu. Bagaimana instansi tersebut menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Wawan Gunawan atas nama rekan-rekan media dari Cirebon akan menjadi penentu apakah hubungan yang harmonis dan adil antara pemerintah dan pers dapat terwujud di wilayah Indramayu.

Diharapkan pihak Kominfo dapat membuka diri untuk berdialog lebih lanjut, menjelaskan kebijakan yang mereka jalankan secara transparan, dan jika memang terdapat kekurangan, bersedia untuk memperbaikinya demi terciptanya iklim pers yang lebih sehat, adil, dan bermartabat. Semoga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan semangat kebersamaan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

(Laporan : Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *