detikfakta.com || CIREBON -Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Kamis, 30 Juli 2026. melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan tahun 1448 Hijriah.
Kegiatan yang mengusung semangat mempererat persaudaraan sesama umat ini dipelopori oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Dukupuntang bersama Mama Kuwu Kusnan serta segenap masyarakat setempat, yang dengan tulus menyediakan tempat dan memfasilitasi kegiatan akbar “Dukupuntang Bersholawat”.
Dalam momentum yang penuh berkah ini, hadir pula penceramah agung Kyai Abdul Latief Al-Hafidz dari Pondok Pesantren Nurul Ishlah, Kepunduan, Dukupuntang.
Mama Kuwu Kusnan dalam amanahnya mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk bersama-sama membumikan lantunan sholawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Beliau menekankan bahwa melantunkan sholawat bukanlah sekadar seremonial yang berlalu begitu saja, melainkan wujud nyata kecintaan yang mendalam kepada Sang Kekasih Allah, sekaligus jalan yang mulia untuk mengharapkan syafaat-Nya kelak di Yaumil Akhir.
“Melalui peringatan kelahiran Nabi yang mulia ini, marilah kita tanamkan kembali rasa cinta yang tulus kepada Rasulullah SAW dengan senantiasa memperbanyak sholawat.
Semoga sholawat yang kita lantunkan bersama dengan hati yang bersih menjadi amal saleh yang dicatat oleh malaikat pencatat amal, mendatangkan keberkahan yang melimpah bagi desa kita, serta menjadi bekal berharga dan pengharapan syafaat beliau bagi kita semua di hari kemudian,” ujar Mama Kuwu Kusnan dengan nada yang lembut, tenang, dan penuh kebijaksanaan.
Lebih lanjut, Mama Kuwu mengingatkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat dan anugerah terbesar yang dihadiahkan Allah SWT bagi seluruh alam semesta.
Beliau mengajak masyarakat tidak hanya melantunkan sholawat secara lisan, melainkan juga meneladani sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Baginda Nabi: penuh kasih sayang, rendah hati, pemaaf, dan senantiasa membawa kedamaian ke mana pun beliau berada.
Menurutnya, keberkahan sholawat yang disertai akhlak yang baik akan mampu menyatukan hati yang berbeda, meluruhkan permusuhan, dan mendatangkan rahmat yang luas bagi kampung kita beserta seluruh penghuninya.
(Dariman. A. Md)


















