detikfakta.com | Indramayu – kekayaan yang dikaruniakan alam kepada suatu wilayah sesungguhnya bukan sekadar milik masa kini, melainkan amanah yang harus dikelola dengan bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Menyadari potensi besar yang terhampar luas di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu, Pemerintah Daerah senantiasa bertekad untuk tidak hanya sekadar memanfaatkannya apa adanya, melainkan berupaya sungguh-sungguh meninggikan nilai dan martabatnya. Hal ini diwujudkan melalui langkah nyata peningkatan kualitas hasil perikanan, sehingga mampu menjadi sumber kesejahteraan yang kokoh bagi masyarakat.
Sebagai bukti nyata dari kebijaksanaan tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu melaksanakan kegiatan penyebarluasan inovasi dan teknologi pengolahan hasil perairan. Kegiatan ini mewujud dalam bentuk produk olahan istimewa berjudul “Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch”. Langkah mulia ini dilaksanakan melalui kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah dengan Institut Pertanian Bogor (IPB University), menyatukan kekuatan ilmu pengetahuan modern dengan kekayaan kearifan dan potensi yang tumbuh di tanah kelahiran.
Penyelenggaraan kegiatan ini lahir bukan sekadar dari sebuah gagasan, melainkan sebagai jawaban yang tulus terhadap apa yang benar-benar dibutuhkan oleh para pembudidaya ikan, pengolah hasil laut, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang bergerak di sektor perikanan di seluruh pelosok Indramayu.
Selama ini, hasil melimpah berupa ikan bandeng lebih banyak diperdagangkan dalam keadaan segar. Hal ini tentu memiliki keterbatasan dalam jangkauan dan daya tahannya. Melalui inovasi yang digagas ini, komoditas kebanggaan daerah didorong untuk bertransformasi menuju wujud yang lebih bernilai: produk olahan yang praktis disajikan, terjaga kebersihan dan keamanannya, tetap mempertahankan keaslian rasa yang dicintai masyarakat, serta memiliki kekuatan untuk menembus pasar yang lebih luas dan beragam.
Dalam kerja sama yang saling mengisi ini, Departemen Teknologi Hasil Perairan yang berada di bawah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University berperan sebagai mitra yang mengawal riset dan pengembangan. Kemitraan ini berjalan dalam wadah Program EQUITY DAPT tahun anggaran 2025/2026.
Tujuan luhur dari program ini adalah menjembatani temuan ilmu pengetahuan yang dikaji di lingkungan akademik agar dapat turun ke tengah masyarakat, menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari. Lebih dari itu, hal ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi yang membawa nilai manfaat yang tinggi bagi kemajuan ekonomi masyarakat Kabupaten Indramayu.
Kegiatan di lapangan juga memperlihatkan kehadiran semangat muda dari para mahasiswa IPB University, khususnya mereka yang sedang melaksanakan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik di wilayah Indramayu. Mereka hadir bukan sekadar untuk belajar, melainkan turut serta berkontribusi nyata.
Kehadiran mereka berjalan di bawah bimbingan Dr. Gatot Yulianto, dosen IPB University yang sekaligus merupakan putra asli tanah Indramayu. Kehadiran beliau menjadi jembatan yang kokoh, menjadikan dunia akademik peka terhadap kondisi nyata di lapangan, serta turut memikirkan jalan keluar bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pesisir demi kemajuan bersama.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menyampaikan pandangan yang mendalam. Menurut beliau, kekayaan alam yang besar ini akan memiliki makna yang terbatas jika hanya dibiarkan mengalir sebagai bahan mentah semata. Potensi yang terpendam itu harus diolah dan dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai tambah tinggi.
Oleh karena itu, upaya pengolahan lebih lanjut atau yang sering disebut hilirisasi merupakan keharusan yang menyentuh berbagai aspek: mulai dari penemuan cara pengolahan yang inovatif, penetapan standar kualitas yang terjamin, penyempurnaan bentuk kemasan, hingga penyusunan langkah pemasaran yang terarah dan bijaksana.
Senada dengan pandangan tersebut, Ketua Tim dari IPB University, Bambang Riyanto, menjelaskan bahwa terobosan bandeng kuah gomyang siap santap ini dirancang sebagai model pengolahan yang sederhana namun kokoh, sehingga mudah untuk dipelajari dan diterapkan kembali oleh para pelaku usaha skala kecil dan menengah.
“Seluruh gagasan ini kami bangun di atas kekayaan yang sudah menjadi milik Indramayu. Ikan bandeng yang menjadi kebanggaan warga ini pantas untuk ditingkatkan derajatnya, menjadi produk yang siap dinikmati kapan saja, memiliki ciri khas yang tak tertandingi, terjamin keamanannya, menarik hati para pembeli, serta layak harganya untuk menyejahterakan mereka yang mengolahnya,” ujar Bambang dengan penuh harapan.
Dalam rangkaian pembelajaran yang diselenggarakan, para peserta dibekali pemahaman sekaligus keterampilan yang menyeluruh dan mendalam. Mulai dari cara menjaga kebersihan dalam setiap tahapan pengolahan, pemilihan ikan bandeng yang benar-benar segar, teknik mencabut duri dengan teliti dan hati-hati, meracik bumbu kuah gomyang yang menjaga rasa asli daerah, menjaga standar kualitas, hingga pengetahuan modern mengenai penggunaan kemasan berteknologi vakum, cara menyegel kemasan dengan sempurna, proses pemanasan untuk ketahanan produk, pemberian keterangan yang jelas pada kemasan, hingga cara menyimpan produk agar mutunya tetap terjaga.
Pemilihan bentuk produk ini dinilai sangat tepat karena menyatukan tiga kekuatan yang saling melengkapi: kelimpahan bahan baku yang ada di perairan setempat, rasa yang sudah mengakar di lidah masyarakat pesisir, serta penerapan teknologi pengemasan yang mampu menjaga kualitas dan memperluas jangkauan pasar.
Produk yang lahir dari kerja keras dan pemikiran cermat ini diharapkan mampu diterima dengan baik di berbagai kalangan pasar. Mulai dari tempat penjualan barang khas daerah, koperasi, toko masyarakat, aneka pameran, pemasaran melalui jaringan maya, hingga bagi masyarakat yang membutuhkan makanan yang siap disajikan namun tetap bernilai gizi yang baik.
Melalui kerja sama yang erat dan saling menguatkan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama IPB University menaruh harapan yang besar. Semoga kegiatan ini menjadi titik awal yang membara, menumbuhkan semangat berinovasi yang terus berlanjut di sektor perikanan daerah.
Dengan adanya pendampingan yang tidak terputus, upaya terus memperbaiki kualitas, menyempurnakan tampilan produk, serta menata kelola produksi dengan tertib, maka produk bandeng khas Indramayu ini kelak dapat tumbuh menjadi identitas baru yang dibanggakan. Lebih dari sekadar makanan, kehadirannya diharapkan membawa berkah yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga yang berusaha di wilayah pesisir.
(Dariman. A. Md)


















