CIREBON | detikfakta.com — Sebanyak 60 peserta mengikuti Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D yang diselenggarakan oleh PSSI Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini berlangsung selama tiga pekan, tepatnya pada 12–13 September, 19–20 September, dan 26–27 September 2026, setiap hari Sabtu dan Minggu. Empat coach educator dilibatkan untuk memberikan materi teori sekaligus praktik kepelatihan kepada para peserta.
Coach Educator yang ditunjuk PSSI Jawa Barat, Edy Syahputra, menjelaskan bahwa kursus ini merupakan Kursus Lisensi D Diploma yang dilaksanakan secara bertahap. Pemilihan jadwal akhir pekan bukan tanpa alasan, mengingat mayoritas peserta memiliki kesibukan lain pada hari kerja.
“Kursus ini diselenggarakan setiap pekan, hari Sabtu dan Minggu. Kenapa dibuat setiap pekan? Karena pesertanya orang-orang yang memang full kegiatan. Pada saat Sabtu–Minggu itulah mereka punya waktu,” ujar Edy.
Kombinasi Teori dan Praktik Lapangan
Dalam pelaksanaannya, setiap kelas didampingi langsung oleh instruktur atau coach educator. Para peserta mendapatkan pembelajaran yang berimbang antara pemahaman materi di dalam kelas dan penerapan langsung di lapangan.
“Peserta akan mendapatkan pembelajaran teori pada pagi hari, kemudian menjalani sesi praktik setiap sore. Pola tersebut berlangsung selama tiga pekan agar peserta memperoleh pengalaman yang seimbang antara pemahaman materi dan penerapannya di lapangan,” jelas Edy.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa materi yang diberikan difokuskan pada dasar-dasar kepelatihan sepak bola, terutama untuk pembinaan usia dini atau tingkat akar rumput (grassroots).
“Ketika mereka selesai dari sini langsung terjun praktik untuk melatih usia dini. Dalam istilah sepak bola, latihan untuk para pemula atau grassroots. Lebih banyak difokuskan di fundamental sepak bola,” tuturnya.
Perkuat Kualitas Pelatih SSB
Selain meningkatkan kemampuan individu peserta, kursus ini juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas pembinaan di sekolah-sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Cirebon. Edy menyebut masih banyak pelatih SSB yang belum memiliki sertifikat kepelatihan resmi.
“Goal-nya semua SSB mempunyai pelatih yang berilmu dan mempunyai filosofi sepak bola yang sama, serta bersertifikat. Pelatih berkualitas pasti melahirkan pemain berkualitas,” ucapnya.
Sekretaris Umum PSSI Kabupaten Cirebon, Arif Irmansyah S.H., menilai kursus ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang kepelatihan, khususnya pada level akar rumput. Menurutnya, pelatih dengan pemahaman dasar yang baik sangat diperlukan agar proses pembinaan pemain dapat berjalan tepat sejak usia dini.
“Melalui kursus ini, kami berharap semakin banyak pelatih di Kabupaten Cirebon yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dasar dalam melatih. Mereka nantinya tidak hanya memahami teknik dan taktik permainan, tetapi juga mampu membangun karakter serta memberikan pembinaan yang tepat kepada pemain sejak usia dini,” ujar Arif.
Ia menambahkan, PSSI Kabupaten Cirebon akan terus mendorong peningkatan kompetensi pelatih melalui berbagai program pembinaan ke depannya. Penambahan jumlah pelatih berlisensi diharapkan membuat pembinaan di klub dan SSB berjalan lebih terarah serta berkelanjutan.
Fondasi Sepak Bola Daerah
Sementara itu, Panitia Pelaksana Firman Hidayahtulah M.S.Kom. mengatakan kursus ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan proses pembinaan. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknik permainan, tetapi juga metode melatih yang disesuaikan dengan kebutuhan pemain pada tingkat dasar.
Ia menilai peningkatan kompetensi pelatih menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola daerah. Kemampuan pelatih pada level akar rumput berperan sentral dalam proses perkembangan pemain, mulai dari penguasaan teknik, pemahaman permainan, disiplin, hingga pembentukan karakter sejak usia dini.
(Dariman A. Md)

















