banner 728x250

200 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Diserahkan di Kuningan: Meringankan Beban Pengemudi Lansia, Mendorong Ekonomi dan Pariwisata

banner 120x600

KUNINGAN  |  detikfakta.com – Sebuah harapan baru menyelimuti para pengemudi becak di Kabupaten Kuningan. Pada Sabtu, 5 September 2026, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto secara resmi diserahkan kepada masyarakat.

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional ini secara khusus menyasar para pengemudi becak lanjut usia, agar mereka tetap dapat bekerja dan mencari nafkah tanpa harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak secara manual.

Serah terima bantuan berlangsung dengan penuh kehangatan di Kajene Forest, Jalan Siliwangi Cigembang Nomor 50, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, M.M., unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus dan perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Bupati Kuningan: Bantuan Ini Bukti Kepedulian Tulus untuk Rakyat

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan 200 unit becak listrik tersebut. Beliau menilai bantuan ini menjadi bagian nyata dari perhatian pemerintah pusat dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional kepada masyarakat Kuningan, khususnya mereka yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari profesi sebagai pengemudi becak.

Di awal sambutannya, Bupati Dian juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan yang jatuh pada momentum yang berdekatan.

“Pertama-tama, selamat hari ulang tahun yang ke-528 Kuningan. Ini usia yang cukup panjang bagi kita untuk bekerja sama membangun Kuningan,” ujarnya.

Bupati Dian juga mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama masyarakat Kuningan menerima perhatian dari Presiden Prabowo. Sebelumnya, daerah ini telah menerima sejumlah bantuan yang sangat bermanfaat, mulai dari sektor pertanian hingga pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Beberapa bulan lalu ada bantuan alat-alat pertanian seperti hand sprayer, traktor, dan lainnya. Sebelumnya juga bantuan air bersih di daerah Kuningan Timur yang sangat bermanfaat saat kekeringan,” katanya.

Menurut Bupati Dian, bantuan becak listrik kali ini menjadi tambahan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat, terutama para pengemudi yang sangat membutuhkan sarana untuk tetap produktif di usia yang tidak lagi muda.

“Bantuan becak listrik ini adalah anugerah. Ini membuktikan Pak Prabowo tulus memberikan bantuan kepada rakyat yang membutuhkan,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Bupati Dian menilai penggunaan becak listrik sejalan dengan upaya mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan tenaga listrik.

“Becak ini juga menjadi komitmen untuk mewujudkan hemat energi dengan beralih ke tenaga listrik,” tambahnya.

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional: Transformasi untuk Kesejahteraan yang Lebih Baik

Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan salah satu bentuk perhatian yang tulus kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi sebagai pengemudi becak.

“Masyarakat Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo yang untuk kesekian kalinya memberikan bantuan kepada masyarakat. Sekarang bantuan berupa becak listrik,” ujar Nuriana.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya sekadar mengubah becak konvensional menjadi kendaraan bertenaga listrik yang lebih modern, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan bagi para penerimanya.

“Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekadar transformasi dari konvensional ke modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” katanya.

Nuriana menjelaskan bahwa untuk tahap awal, penggunaan becak listrik diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

“Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang bagi para kusir delman lanjut usia untuk menjadi penerima manfaat apabila mereka memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan bersedia beralih menggunakan becak listrik.

“Saya juga nanti mungkin kalau berkenan akan menawarkan kepada para kusir delman, kalau mereka mau,” ujar Nuriana.

Terkait kekhawatiran masyarakat tentang pengisian daya, Nuriana menegaskan bahwa sistem pengisian baterai becak listrik ini cukup sederhana dan mudah dilakukan.

“Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit,” katanya sambil tersenyum.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk memudahkan pengisian baterai bagi para pengemudi.

Sebagai informasi tambahan, sebanyak 200 unit becak listrik yang disalurkan di Kuningan ini merupakan produk dalam negeri yang diproduksi oleh PT Pindad, membuktikan dukungan terhadap industri manufaktur nasional.

Di akhir pesannya, Nuriana berpesan dengan penuh harap agar para penerima menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Ia juga menegaskan pesan penting dari Presiden Prabowo agar becak listrik ini tidak diperjualbelikan.

“Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dipelihara dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah,” ujarnya dengan tegas namun penuh kehangatan.

Anggota DPR RI Rokhmat Ardian: Fokus Kasih Sayang untuk Pengemudi Lansia

Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, M.M. dalam kesempatan tersebut menjelaskan secara mendalam bahwa program becak listrik ini secara khusus memberi perhatian kepada para pengemudi becak yang telah berusia lanjut.

Beliau mengungkapkan bahwa di sejumlah daerah penerima bantuan, rata-rata pengemudi yang menerima adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Bahkan, pernah terdapat penerima bantuan di Malang yang berusia 100 tahun dan masih bekerja menarik becak.

“Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lansia,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, kondisi para pengemudi becak lansia ini menjadi perhatian khusus karena mereka masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja, termasuk ketika harus menghadapi cuaca panas yang terik di siang hari.

“Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka,” katanya dengan nada penuh kepedulian.

Rokhmat berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana ekonomi sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar.

Ia juga menyebutkan bahwa Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan becak listrik ini, guna memastikan keamanan dan keselamatan sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang berlaku.

“Sehingga becak listrik ini bisa menjadi sarana ekonomi, mempermudah transportasi, serta dari sisi keamanan dan keselamatan juga terjaga sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang ada,” ujarnya.

Rokhmat menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kasih sayang Presiden Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan martabat.

Selain membantu aktivitas ekonomi, keberadaan becak listrik juga diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata di Kabupaten Kuningan yang kaya akan potensi alam dan budaya.

“Ini bukan sekadar becak, tapi harapan untuk masa depan warga Kuningan yang lebih baik,” kata Rokhmat.

Dalam sambutan penutupnya, Rokhmat kembali menekankan bahwa bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, tetapi menyangkut keberlangsungan kehidupan dan harapan masa depan para penerimanya.

“Ini bukan soal becak saja, ini tentang masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah program pemerintah lainnya di bidang pendidikan dan pemenuhan gizi anak yang menurutnya menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan.

“Terakhir, mohon becaknya dirawat. Ini buatan lokal dari Pindad. Jangan dijual, atau dipindah tangankan,” pesannya di akhir sambutan.

Lebih dari Sekadar Kendaraan: Harapan Baru bagi Warga Kuningan

Penyerahan 200 unit becak listrik ini bukan hanya sebuah seremoni serah terima bantuan semata. Ia adalah simbol kepedulian yang tulus terhadap nasib warga yang telah bekerja keras sepanjang hidupnya, terutama para pengemudi becak lanjut usia yang kini tidak perlu lagi memeras keringat dan tenaga untuk mengayuh becak di bawah terik matahari.

Bagi para penerima, setiap unit becak listrik ini adalah harapan baru. Harapan untuk tetap produktif di usia senja, harapan untuk meringankan beban pekerjaan, harapan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dan harapan untuk menjalani hari-hari dengan lebih bermartabat.

Di sisi lain, keberadaan becak listrik ini juga membawa manfaat yang lebih luas bagi Kabupaten Kuningan. Sebagai kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat energi, becak listrik mendukung upaya menciptakan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Di kawasan wisata, keberadaan becak listrik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Kuningan dengan cara yang nyaman dan unik.

Produk buatan PT Pindad yang digunakan juga membuktikan bahwa industri dalam negeri mampu menghasilkan karya yang berkualitas dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian industri nasional.

Penyaluran 200 unit becak listrik di Kuningan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, bukan hanya bagi para pengemudi lanjut usia yang menerimanya secara langsung, tetapi juga bagi kemajuan ekonomi, kelancaran transportasi, dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan secara keseluruhan.

Semoga bantuan ini benar-benar menjadi jembatan menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Kuningan, dan semoga semangat kepedulian yang ditunjukkan dalam program ini terus menginspirasi berbagai pihak untuk selalu hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *