Jakarta, detikfakta.com :
Suasana khidmat menyelimuti pertemuan antara Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dengan Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina, KH Masyakur Ali, di Banyuwangi.
Pertemuan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah/2026 Masehi ini berlangsung hangat namun sarat akan makna strategis bagi masa depan bangsa.
Diskusi mendalam yang turut disimak oleh H. Dody Iwa Kusuma Jaya ini membahas berbagai isu kebangsaan dan politik terkini. Salah satu fokus utama adalah pentingnya menjaga serta memperkuat sinergi antara Jokowi dengan para ulama dan kiai, khususnya di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, KH Masyakur Ali menyampaikan gagasan visioner untuk mendorong para santri agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Ide ini mengerucut pada pembentukan wadah bernama Solidaritas Santri Nusantara.
Forum ini diproyeksikan menjadi sarana bagi santri untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan politik nasional. KH Masyakur Ali menekankan bahwa keterlibatan ini harus tetap berpijak pada nilai-nilai sopan santun, akhlak mulia, serta norma-norma yang menjadi jati diri bangsa Indonesia dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
“Generasi santri memiliki peran penting sebagai penerus bangsa yang mencintai tanah air dan mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi masa depan Indonesia,” ujar KH Masyakur Ali. Beliau berharap gerakan yang dimulai dari ujung timur Pulau Jawa ini mampu menebarkan semangat persatuan, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.
Jokowi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia meyakini bahwa Solidaritas Santri Nusantara dapat menjadi media silaturahmi yang efektif bagi ulama kampung, kiai, dan santri di seluruh Indonesia. Lebih dari itu, wadah ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan.
Sebagai tindak lanjut, KH Masyakur Ali menegaskan bahwa Pondok Pesantren Ibnu Sina segera melakukan konsolidasi bersama para santri binaannya untuk merumuskan langkah-langkah nyata. Harapannya, berbagai gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut dapat segera dieksekusi guna memperkuat kontribusi santri bagi kemajuan bangsa dan negara.
Reporter : Redaksi Pusat

















