Jakarta detikfakta.com :
Sabtu, 02 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di kawasan Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, saat Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Adang Daradjatun selaku Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS melaksanakan kegiatan reses masa sidang IV bersama warga, Sabtu siang (2/5/2026).
Kegiatan yang digelar sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan strategis.
Tampak hadir Ustaz Narmansyah selaku Ketua DPD PKS Jakarta Barat, Harmawan mewakili Sekretaris Camat Palmerah, Kompol G. Simamora (Kapolsek Palmerah), Serka Awaludin (Babinsa Kemanggisan), serta tokoh masyarakat dan pegiat anti-narkotika seperti Eddi Inhari, S.H. dan dr. Wahyu Wulandari, M.Si dari BNNP DKI Jakarta.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Jamiit Hamzah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menggugah semangat kebangsaan seluruh peserta. Satu per satu tokoh yang hadir memberikan sambutan, memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Pesan Tegas Sang Legislator
Puncak perhatian tertuju saat Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menyampaikan sambutannya. Dengan gaya khas yang santai namun tegas, ia menekankan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah konstituennya secara berkelanjutan.
“Seorang anggota dewan itu harus hadir di dapilnya. Jangan sampai lima tahun baru muncul lagi saat mau pemilu,” ujarnya, disambut tawa riang dan tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Adang juga menyoroti urgensi pendidikan politik bagi masyarakat. Menurutnya, warga harus cerdas dalam memilih wakil rakyat, bukan sekadar tergiur popularitas sesaat atau janji manis tanpa realisasi.
“Silakan pilih siapa saja, tidak harus saya atau partai tertentu. Tapi pilihlah yang benar-benar dikenal rekam jejaknya dan terbukti bekerja untuk masyarakat,” tegas mantan Wakapolri tersebut.
Fokus Pemberantasan Narkoba
Isu narkotika menjadi sorotan serius dalam dialog interaktif tersebut. Adang mengungkapkan keprihatinannya bahwa wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya masih menjadi titik rawan peredaran gelap narkoba. Ia pun berbagi pengalaman saat menerima laporan langsung dari warga terkait aktivitas mencurigakan bandar narkoba di lingkungan permukiman padat penduduk.
“Di situlah fungsi utama wakil rakyat, menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Aspirasi warga harus sampai ke atas dan segera ditindaklanjuti,” jelasnya seraya menegaskan komitmennya mendorong kebijakan hukum yang lebih tegas terhadap pengedar narkoba.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, untuk bergotong-royong melawan peredaran narkoba yang dinilai telah merusak masa depan generasi bangsa.
Menyikapi Politik Uang
Suasana semakin cair ketika Adang menyinggung fenomena politik uang yang sering terjadi menjelang tahun politik. Dengan nada bercanda namun mengandung pesan moral yang kuat, ia mengingatkan warga agar tetap menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan.
“Kalau ada yang kasih amplop, ya itu urusan mereka (pemberi). Tapi saat mencoblos di bilik suara, memilih lah tetap pada calon yang benar-benar memperjuangkan rakyat,” katanya, yang kembali disambut gelak tawa dan persetujuan peserta reses.
Kegiatan reses ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penyerapan aspirasi, tetapi juga berhasil mempererat tali silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat. Di akhir acara, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri dengan khidmat, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran politik masyarakat Jakarta Barat semakin meningkat, serta terbangun kolaborasi kuat antara warga, aparat, dan legislatif dalam menjaga lingkungan dari ancaman sosial, khususnya bahaya laten narkotika.
Sumber : Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Jurnalis : Bob Hasan


















