Jakarta, detikfakta.com:
PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun buku 2025 seiring meningkatnya penjualan hasil perikanan dan ekspansi usaha di sektor budidaya laut. Perseroan juga memperkuat langkah pengembangan bisnis dengan menambah kegiatan usaha di bidang budidaya ikan laut dan perdagangan besar hasil perikanan.
Dalam Public Expose Tahun Buku 2025 yang digelar perseroan, manajemen menyampaikan bahwa sektor perikanan masih memiliki prospek yang menjanjikan, didukung meningkatnya kebutuhan konsumsi domestik maupun global pasca pandemi.
Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 3 Agustus 2022 itu awalnya bergerak pada sektor jasa penunjang budidaya ikan air payau, meliputi jasa panen, pascapanen, serta layanan pendukung tambak udang. Seiring perkembangan usaha, AMMS memperoleh persetujuan untuk memperluas kegiatan bisnis ke bidang budidaya pembesaran ikan bersirip laut (KBLI 03211) dan perdagangan besar hasil perikanan (KBLI 46206).
Dari sisi kinerja keuangan, total aset perseroan hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp72,9 miliar, meningkat 3,38 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp70,5 miliar. Kenaikan aset tersebut terutama ditopang oleh peningkatan persediaan dan biaya dibayar di muka.
Sementara itu, liabilitas perseroan turun menjadi sekitar Rp0,6 miliar dari Rp1,5 miliar pada tahun 2024. Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya kewajiban imbalan pasca kerja.
Di sisi lain, ekuitas perseroan meningkat 4,45 persen menjadi Rp72,04 miliar pada 2025 dibandingkan Rp68,97 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ekuitas berasal dari tambahan modal disetor yang memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Adapun pendapatan perseroan tumbuh sekitar 11,5 persen menjadi Rp15,63 miliar pada 2025, dibandingkan Rp11,49 miliar pada 2024. Manajemen menjelaskan peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya pendapatan dari penjualan ikan.
Meski demikian, perseroan masih membukukan rugi bersih sekitar Rp0,4 miliar pada tahun buku 2025. Angka tersebut berbalik dari laba bersih sekitar Rp0,1 miliar yang dicatat pada tahun sebelumnya.
Selain memaparkan kinerja keuangan, perseroan juga menyampaikan perkembangan struktur kepemilikan saham. Pada 2025, Radiant Ruby Company Ltd tercatat menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51 persen saham.
Sementara PT Mandara Niaga Semesta memiliki 29 persen saham dan sisanya dimiliki masyarakat. Perubahan tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Ke depan, AMMS menilai sektor perikanan masih menawarkan peluang pertumbuhan yang besar. Perseroan saat ini fokus mengembangkan budidaya sejumlah komoditas unggulan seperti kerapu, kakap putih, bawal bintang, dan bandeng laut melalui pembangunan keramba jaring apung serta penguatan aktivitas penjualan hasil budidaya.
Manajemen optimistis strategi diversifikasi usaha dan pengembangan budidaya perikanan laut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri perikanan nasional.
Reporter : (Ichsan Ardiansyah)






