banner 728x250

Perkuat Sinergi, Bunda Yin Gerakkan Organisasi Perempuan di Sumut Akselerasi Eliminasi TBC 2030

Oplus_131072
banner 120x600

 

​MEDAN, detikfakta.com :

Di tengah tantangan kesehatan nasional, komitmen kolektif menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit menular. Ketua Dewan Pembina Yayasan Hati Emas Nusantara Indonesia (YHENI), Meriyawaty Amelia Prasetio—yang akrab disapa Bunda Yin—mengajak seluruh organisasi perempuan di Sumatera Utara untuk bersatu dalam gerakan eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030.

 

​Langkah strategis ini selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI, yang menempatkan penanggulangan TBC sebagai prioritas nasional demi mewujudkan Indonesia Sehat.

 

*​Ancaman Nyata: 14 Kematian Setiap Jam*

 

​Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua dunia dengan beban kasus TBC tertinggi setelah India. Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan peringatan serius bagi ketahanan kesehatan masyarakat:

1. stimasi Tahunan: Terdapat 1.090.000 kasus dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun.

 

2. Frekuensi: Rata-rata terjadi 14 kematian akibat TBC setiap jam di Indonesia.

 

3. Demografi (2024): Dari 885 ribu kasus yang terdeteksi, penderita mencakup 496 ribu laki-laki, 359 ribu perempuan, serta 135 ribu anak-anak usia 0-14 tahun.

 

​Dalam aksi nyata yang digelar di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Rabu (8/4/2026), dilakukan skrining kesehatan terhadap pekerja porter dan penumpang. Acara ini menjadi momentum penting kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

 

​”Saya mengajak kita semua, khususnya organisasi kemanusiaan dan perempuan yang aktif di Sumut, untuk bersinergi membantu pemerintah. Kita harus bergotong royong dan bergerak bersama agar target eliminasi TBC 2030 dapat tercapai,” ujar Bunda Yin di hadapan para peserta.

 

​Dukungan penuh mengalir dari berbagai pihak yang hadir, di antaranya:​

 

1.Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (diwakili oleh Sekretaris Dinas beserta staf terkait).​

 

2.Koalisi Organisasi Perempuan & Kemasyarakatan: PIRA, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), Yayasan Lingkaran Cinta Kasih, Persatuan Perempuan Sumut, dan DPD MAHABUDHI Sumut.

 

*​Kepedulian Sosial dan Edukasi*

 

​Sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang bersedia melakukan deteksi dini (skrining), YHENI melalui para dermawan membagikan paket sembako. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang humanis, sehingga masyarakat tidak merasa takut atau terstigma saat memeriksakan kesehatan mereka.

 

​Melalui gerakan ini, Bunda Yin berharap kesadaran akan bahaya TBC meningkat, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum penularan meluas di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.

 

Reporter : Redaksi Pusat

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *