INDRAMAYU | detikfakta.com – Sebanyak 18 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis 22 Oktober 2026.
Insiden tersebut mendapat perhatian dari unsur kewilayahan, termasuk anggota Koramil setempat yang berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, kepolisian, dan unsur terkait untuk membantu penanganan para siswa.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di lingkungan SMK Negeri 1 Parwis Anjatan, Jalan Raya Limpas, Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan. Dari total 1.546 anak penerima manfaat MBG yang tercatat dalam laporan, sebanyak 18 siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang disediakan mitra penyedia program tersebut.
Gejala yang dialami para siswa di antaranya pusing, mual, muntah, dan lemas. Kondisi itu kemudian memicu langkah penanganan darurat agar para siswa segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Dari 18 siswa yang mengalami gejala, sebanyak 16 orang dilaporkan dibawa ke RS Sentot Patrol untuk memperoleh penanganan medis.
Sementara itu, satu siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukra dan satu siswa lainnya, yakni Indra, dilaporkan diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan melalui mitra pelayanan kesehatan di wilayah Plumbon Patrol.
Siswa Mengeluh Mual hingga Muntah Usai Makan MBG
Berdasarkan kronologi dalam laporan, pembagian dan konsumsi makanan MBG berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menyantap makanan, para siswa kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan. Mereka dilaporkan merasakan pusing, mual, muntah, dan lemas ketika kegiatan belajar masih berlangsung.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah segera melakukan langkah penanganan. Guru pembimbing bersama kepala sekolah, Dedi Supriyantna, S.Pd., M.A., dilaporkan berkoordinasi dengan mitra penyedia makanan, Puskesmas Anjatan, serta unsur komando kewilayahan setempat.
Para siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan.
Bakso Kuah Jadi Sorotan, Sampel Makanan Diamankan
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi putih, bakso kuah, balado, dan air minum kemasan gelas.
Dalam laporan pemeriksaan awal di lapangan, beberapa bakso kuah dari sisa makanan disebut berada dalam kondisi berbau tidak sedap dan diduga basi.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa kualitas makanan menjadi salah satu faktor yang perlu ditelusuri dalam insiden ini.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik makanan.
Diperlukan pemeriksaan medis serta pengujian laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi mikroorganisme atau faktor lain yang menyebabkan keluhan tersebut.
Sebagai bagian dari penanganan, sisa sampel makanan dan susu kemasan dilaporkan telah diamankan untuk diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna menjalani pengujian lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat membantu memastikan keamanan pangan, menelusuri kemungkinan sumber masalah, serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Evaluasi Keamanan Pangan MBG Jadi Perhatian
Penyedia makanan yang tercatat dalam laporan adalah MBG Vizzal 1 di Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan. Laporan tersebut juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap pengawasan kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, dan distribusi makanan.
Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran standar keamanan pangan, langkah korektif dan penindakan sesuai ketentuan perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.pungkasnya
Reporter : (Masroni kabiro Indramayu)


















