Detikfakta.com | Lebak Banten – Memasuki hari kedua pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, sejumlah sasaran pembangunan fisik terus dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
Program pembangunan tersebut mencakup pembongkaran untuk bedah rumah di lima titik, pengerjaan rabat beton jalan sepanjang 1,4 kilometer, pembangunan drainase, serta pengeboran air di lima titik.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan infrastruktur desa dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses transportasi hingga ketersediaan air bersih dan hunian yang layak.
Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK), Kapten Infanteri Sandi Nuryadin, menjelaskan bahwa pengerjaan sasaran fisik telah berlangsung sejak pembukaan dan peresmian TMMD ke-130.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi personel di lapangan saat ini adalah perubahan musim yang mulai memasuki musim penghujan.
Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran pengiriman material dan proses pengerjaan di sejumlah titik pembangunan sehingga pekerjaan sedikit mengalami hambatan.
Meski demikian, Satgas TMMD terus berupaya melaksanakan pekerjaan secara maksimal agar seluruh sasaran pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Kepala Desa Apresiasi Program TMMD
Sementara itu, Kepala Desa Citorek Barat, Karjaya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program TMMD ke-130 di wilayahnya. Ia mengaku masyarakat sangat terbantu dengan adanya pembangunan yang dilaksanakan melalui program tersebut.
Karjaya juga menyampaikan terima kasih kepada Danrem, Dandim, jajaran kepolisian, serta seluruh personel dan pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan di Desa Citorek Barat.
Menurutnya, program TMMD memiliki arti penting bagi masyarakat desa, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas kehidupan warga.
Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,4 kilometer diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat. Sementara itu, pembangunan drainase diharapkan membantu pengelolaan aliran air, dan pengeboran di lima titik diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.
Adapun kegiatan bedah rumah di lima titik diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Gotong Royong Menjadi Kunci Pembangunan
Pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja sama dan semangat gotong royong.
Dengan dukungan pemerintah desa, aparat terkait, dan masyarakat, seluruh sasaran pembangunan di Desa Citorek Barat diharapkan dapat diselesaikan secara optimal meskipun terdapat kendala cuaca.
Program TMMD ke-130 pun diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas, mendukung aktivitas sehari-hari, dan mendorong kemajuan pembangunan di wilayah pedesaan.
*/Abdul R


















