detikfakta.com | | SHANGHAI — Kontingen Indonesia kembali menorehkan tinta emas di kancah internasional. Dalam ajang WorldSkills Competition (WSC) ke- 48 yang diselenggarakan di Shanghai World Expo Cultural Center, Tiongkok, pada tanggal 22–27 September 2026, tim vokasi Indonesia berhasil mengamankan peringkat ke-19 dari total 74 negara yang berpartisipasi.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa talenta-talenta vokasi muda Indonesia memiliki kualitas keterampilan, daya juang tinggi, serta kreativitas yang mampu bersaing dan berdiri sejajar di panggung global.
Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Prof. Sukro Muhab, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh para delegasi muda tanah air. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar angka atau posisi peringkat, melainkan sebuah validasi atas transformasi pelatihan vokasi di Indonesia yang sudah berjalan di jalur yang tepat.
“Keberhasilan menduduki peringkat ke-19 dunia dari 74 negara ini adalah bukti sahih bahwa talenta vokasi muda Indonesia punya keterampilan, daya juang, dan kreativitas berstandar dunia. Mereka telah berjuang menghadapi tantangan teknis yang sangat ketat melawan delegasi-delegasi terbaik dari berbagai belahan bumi,” ujar Prof. Sukro saat ditemui usai penutupan ajang WSC ke- 48 di Shanghai, Selasa (29/9).
Lebih lanjut, Prof. Sukro menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tidak akan cepat berpuas diri. Ajang WSC 2026 ini justru dijadikan batu loncatan serta bahan evaluasi komprehensif untuk menyongsong kompetisi edisi berikutnya.
Kemenaker berkomitmen untuk melakukan perbaikan ekosistem pelatihan, memperkuat sinergi dengan industri global, serta menggenjot standar kompetensi agar pada WorldSkills Competition 2028 mendatang, kontingen Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan jauh lebih baik dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.
“Ke depan, Kemenaker akan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi untuk menghadapi WSC 2028. Kita akan perkuat training center, memperluas pelatihan berbasis teknologi mutakhir, serta memetakan standar industri global sejak dini agar bibit-bibit unggul kita semakin matang,” pungkasnya.
Keberhasilan di Shanghai ini sekaligus memperkuat optimisme nasional bahwa bonus demografi Indonesia dapat bertransformasi menjadi sumber daya manusia yang produktif, kompeten, dan siap memenangkan persaingan di pasar kerja masa depan.
Diketahui, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemanaker, Abdullah Qiqi Asmara turut hadir mendampingi Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Prof. Sukro Muhab, dan memberikan dukungan langsung kepada peserta di National Exibition and Convention Centre Shanghai.
Berikut hasil perolehan kompetitor Indonesia pada WorldSkills Competition Shanghai 2026, Silver
EDSEL PARAMA MUSTAPA, DEWANGGA PRATAMA PUTRA, Bronze
FATIMA RANI AL HUSNA PRAMESWARA, RENO SURYA PERMANA,
ROUF AUFA RIFQI, Medal for Excellence
NOVANDA PUTRA WIDYA ARDHI, Medal for Excellence
ANDI AHMAD YUSUP, Medal for Excellence
GALANG ZAKI ARKANA, MELSY NASWA FITRIA, serta Medal for Excellence
EKA ANWAR FAUZI, dan DELILA SULISTYO.
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Edo Lembang


















