banner 728x250

Masyarakat Keluhkan Kondisi Jembatan Rusak Parah

banner 120x600

Indramayu | detikfakta com – Kondisi Jembatan yang menghubungkan dua blok yakni Blok Karang Asem dengan Blok Kedung Waru Balong, sebagai akses jalan serta penunjang ekonomi kini kondisinya sangat memprihatinkan

Masyarakat Desa Drunten Wetan kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu Jawa Barat keluhkan Kondisi Jembatan yang menghubungkan dua blok yakni Blok Karang Asem dengan Blok Kedung Waru Balong, sebagai akses jalan serta penunjang ekonomi kini kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan bagi pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki .

Pasalnya Jembatan dengan kondisi yang sudah tua dan rapuh, serta pagar pengaman seadanya dari bambu yang sudah tidak layak ini di biarkan dan belum tersentuh oleh para Pihak seperti Pemerintah Kabupaten atau atau Dinas terkait seperti DPUPR Padahal jembatan ini adalah akses utama dan satu-satunya bagi warga untuk beraktivitas.

Warga setempat mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah setempat. Padahal jembatan ini setiap hari dilintasi anak sekolah, petani, dan warga yang membawa hasil bumi. Warga harus bertaruh nyawa setiap kali melintas.

“Setiap hari kami lewat sini Ndan, rasanya takut ambruk. Apalagi kalau bawa motor, papan nya goyang dan bolong-bolong. Sudah lama rusak tapi belum ada perbaikan,” ungkap warga sekitar

Warga berharap Pemerintah Desa Drunten Wetan, Pemerintah Kecamatan Gabus Wetan, serta Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas PUPR segera turun langsung ke lapangan dan segera membangun jembatan yang layak dan permanen.

Mereka menilai jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan pendidikan warga Blok Karang Asem dan Blok Kedung Waru Balong. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru diperbaiki

Di tempat terpisah Perwakilan dari Pemerintah Desa Drunten wetan Sebut saja Jaya Hadisiswanto sebagai kasi Kesejahteraan saat di wawancara oleh awak media mengatakan.

Ya pak kami dari Pemerintah Desa sudah melayangkan proposal untuk pembangunan jembatan tersebut sekitar tahun 2024 lalu dan dari pihak Dinas PUPR Bidang PSDA juga sudah survei lokasi serta bikin peta saat itu ” Ucapnya

Kemudian hingga saat ini belum ada tindakan atau realisasi, Jujur kami sedikit kecewa tapi mau bagaimana lagi “imbuhnya dengan nada sedih.pungkasnya

Reporter  : (Masroni kabiro Indramayu)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *