banner 728x250
POLRI  

Buka Mastamaba UM Kuningan 2026, Bupati Dian: Kampus Bukan Sekadar “Pabrik” Ijazah

banner 120x600

KUNINGAN — detikfakta.com — Bangku perkuliahan semestinya menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan watak dan daya kritis, bukan sekadar jalur formalitas untuk mengejar selembar kertas ijazah. Penegasan ini disampaikan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaba) Universitas Muhammadiyah Kuningan Tahun Akademik 2026 di Lapangan Kampus I, Senin (14/9/2026).

Di hadapan jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta ratusan mahasiswa baru, Bupati Dian mengingatkan betapa beruntungnya generasi muda yang hari ini berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Pasalnya, akses menuju bangku perkuliahan masih menjadi mimpi yang belum terjangkau bagi banyak pemuda sebaya mereka.

Kuliah Bukan Sekadar Formalitas

Bupati Dian menegaskan bahwa masa kuliah tidak boleh dipandang hanya sebagai kelanjutan rutinitas setelah lulus SMA, dan kampus tidak boleh dianggap sekadar tempat berburu ijazah semata.

“Jangan pernah menganggap kuliah hanya kelanjutan formalitas setelah SMA, dan jangan melihat kampus hanya sebagai tempat berburu ijazah. Di sini kalian belajar ilmu, tetapi lebih dari itu, kalian belajar cara berpikir, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan menemukan jati diri,” ujar Bupati Dian.

Menurutnya, tolak ukur kesuksesan seorang sarjana tidak lagi dihitung dari deretan nilai mutlak atau tingginya gelar akademis yang disandang. Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana kemampuan dan keilmuan yang dimiliki dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Jangan hanya mengejar nilai, tetapi kejarlah ilmu. Jangan hanya ingin jadi orang pintar, jadilah orang yang bermanfaat,” imbuhnya.

Generasi Adaptif Berakar Budaya

Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Bupati Dian, menaruh harapan besar pada generasi mahasiswa masa kini. Tantangan pembangunan daerah ke depan menuntut lahirnya sumber daya manusia yang adaptif terhadap lompatan teknologi, namun tetap tidak tercerabut dari etika dan akar budayanya.

“Kuningan memerlukan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, sekaligus siap berpeluh memperjuangkannya. Kita butuh generasi yang berpikiran global, tetapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Kuningan,” tegasnya.

Bupati Dian merinci, apa pun ladang pengabdian yang akan ditekuni mahasiswa di masa depan — baik sebagai birokrat, wirausahawan, guru, hingga periset — etika publik dan kepedulian sosial harus tetap menjadi kompas moral utama dalam setiap langkah.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Daerah juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Muhammadiyah Kuningan yang terus berkomitmen melahirkan lulusan berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi demi kemajuan daerah.

Masa Depan Dibangun Mereka yang Berani

Menutup sambutannya, Bupati Dian memotivasi mahasiswa baru untuk aktif terlibat dalam dinamika organisasi kemahasiswaan serta memupuk keberanian bersikap dan bertindak. Ia mengingatkan bahwa kemajuan tidak datang dengan sendirinya bagi mereka yang hanya menunggu.

“Masa depan tidak diberikan kepada mereka yang hanya menunggu, melainkan dibangun oleh mereka yang berani belajar, berani berjuang, dan tidak takut gagal,” tuturnya seraya meresmikan pembukaan Mastamaba UM Kuningan Tahun Akademik 2026.

(Dariman A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *