“Kami dikasih tahu semua oleh pihak keluarga. Jadi kami ketemu sejumlah keluarga, kami mengambil keterangan banyak sekali dari siang sampai malam. Itu menurut kami satu proses yang baik.”

“Ini merupakan proses awal. Setelah di internal kami melakukan berbagai pendalaman, ini proses awal kami meminta semua keterangan. Jadi bertemu keluarga adalah langkah pertama kami,” terangnya. 

Setelah ini, Komnas HAM akan memanggil para pihak yang terkait dengan upaya pengungkapan misteri kematian Brigadir Yoshua yang masih buram dan menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat.

“Habis itu kami pasti akan panggil teman-teman yang lain. Teman-teman polisi, dokter, (bagian) siber dan lain termasuk pihak dari Irjen Sambo. Termasuk juga kami berharap bisa bertemu juga dengan pihak istrinya. khususnya dalam konteks ini bila memang dibutuhkan ada pendampingan psikologis macam-macam pasti kami akan setuju dan akan kami hormati itu,” ujarnya.

“Proses ini yang membuat tahapan-tahapan untuk membuat terangnya peristiwa semakin besar. dan kami berharap kalau ada informasih dari berbagai masyarakat silakan datang ke Komnas HAM dan silakan berikan informasi dan bukti-bukti tersebut.”

Menurut Choirul Komnas HAM bekerja dan bergerak secara imparsial dan objektif. Sebab itu Komnas ham masuk mendalami tahapan-tahapan tersebut berdasarkan fakta. 

“Jika banyak yang menyumbang pikiran soal analisis, motif dsb, nanti prosesnya. Kami tidak berangkat dari motif tapi dari jejak fakta-fakta yang ada. Termasuk nanti kalau dibutuhkan kami melibatkan sejumlah ahli,” jelasnya lagi.

Kapan proses pengumpulan informasi dan bukti akan berakhir?

“Satu proses ini secara prinsip kami ingin cepat. Namun demikian dari berbagai pengalaman dari penanganan kasus di Komnas HAM, itu teryata tergantung para pihak yang lain. Ada pihak ketika kami undang, kami pangil untuk minta keterangan sebagainya tidak ketemu jadwal sehingga molor.”

“Yang penting kami sedang berproses. Hari ini kami masih tetap di Jambi. Kami masih berproses mendalami berbagai hal sehingga kami bisa mendapatkan banyak di sini.”

Choirul pun meminta dukungan semua pihak kepada Komnas HAM yang bekerja secara independen.

“Oleh karenanya siapa pun yang memiliki keterangan atau bukti, kami akan terima baik sekarang di Jambi atau Jakarta. Kita dukung imparsialitas dan objektiftas. Kita dukung Komnas HAM yang bekerja secara independen,” ujarnya.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.