Kementerian Komunikasi dan Informatika, bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi  menyoroti kecakapan digital sebagai kompetensi yang dibutuhkan untuk melindungi data pribadi tetap aman dan terjaga. Apabila lengah dalam melindungi data digital, maka hal itu bisa menjadi celah pelaku kejahatan yang bisa merugikan si pemilik data. Oleh karena itu, perlu waspada dalam berselancar di dunia digital.

Sejalan dengan itu, Partnership Coordinator & Facilitator Yayasan SEJIWA Afriyani Rahmawati mengemukakan, beberapa cara mengamankan data pribadi di dunia digital, seperti pemisahan akun surat elektronik (e-mail) pribadi dengan yang untuk pembelajaran atau pekerjaan. Apabila memungkinkan, nomor telepon seluler untuk kepentingan pribadi dan pekerjaan pun sebaiknya tidak sama.

“Apabila memiliki beberapa akun media sosial atau surat elektronik, sangat tidak disarankan kata kuncinya (password) sama. Harus berbeda. Selain menggunakan kata kunci yang kuat (kombinasi huruf dan angka), aktifkan pula otentikasi dua langkah agar akun kita aman dari pembobolan, ” kata Afriyani dalam keterangan, Rabu (10/8).

Sementara, Dosen FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak Syarifah Ema Rahmaniah mengingatkan agar masyarakat tidak mudah memberikan informasi pribadi kepada orang lain. Informasi pribadi itu seperti tanggal lahir, nama ibu kandung, atau password. 

Selain harus membuat password yang kuat, sebaiknya secara berkala dilakukan perubahan atau pergantian password pada akun digital yang dimiliki. Yang tak kalah penting adalah setiap meng-install aplikasi pada gawai, harus diingat data yang boleh diakses hanya yang dibutuhkan saja, bukan data pribadi kita.

“Hindari berbagai data pribadi kepada siapapun, termasuk kepada keluarga terdekat. Sebab, data adalah privasi. Jangan mudah mengumbar atau membagi data pribadi kita di media sosial karena akan rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab,” ucap Syarifah.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Bali I Wayan Adi Karnawa meminta masyarakat tidak gampang memanfaatkan fasilitas Wifi gratis di tempat-tempat umum. Agar aman berselancar, ia juga menyarankan memakai mode incognito saat mengakses internet. 

Di saat yang bersamaan, jangan mudah meng-klik tautan yang meragukan atau bahkan masuk dalam kategori phising.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.