detikfakta.com – Pada rekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap Cristalino David Ozora, perhatian sebagian masyarakat tertuju pada sepatu bermerek Nike yang dikenakan oleh Mario Dandy . Di media sosial, beberapa netizen mempertanyakan asal-usul dan harga sepatu Nike yang dikenakan Mario Dandy .

Menanggapi hal tersebut, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan asal-usul sepatu Nike tersebut.

“Banyak yang bertanya terkait (sepatu) saat rekonstruksi , mengapa MDS ( Mario Dandy Satriyo) menggunakan sepatu sementara Shane (tersangka) menggunakan sandal,” kata Kombes Pol Hengki Haryadi.

Menurut Hengki Haryadi, Mario Dandy menggunakan sepatu untuk menyesuaikan dengan situasi faktual di tempat kejadian perkara (TKP) yang berlokasi di Kompleks Perumahaan Green Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 20 Februari 2023.

“Sepatu itu milik penyidik, dipinjamkan kepada Mario untuk menyesuaikan situasi yang sebenarnya. Itu sepatu penyidik atas nama Bripka Hary,” sebut Kombes Pol Hengki Haryadi pada Minggu, 12 Maret 2023, dikutip Pikiran-rakyat.com dari PMJ News.

Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, saat peristiwa terjadi, Mario Dandy terlihat mengenakan sepatu untuk menendang dan menginjak korban sehingga penyidik menilai diperlukan penyesuaian dengan kejadian sebenarnya.

“Sepatu itu milik penyidik, dipinjamkan kepada Mario untuk menyesuaikan situasi yang sebenarnya,” tuturnya.

“Penyidik bisa menganalisis apakah sepatu tersebut merupakan instrumental delik (alat kejahatan) yang bisa berpengaruh terhadap fatalitas luka terhadap korban. Jadi, jangan ada persepsi lain,” sebutnya mengimbuhkan.

Sebelumnya, ada 40 adegan dalam rekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy . Satu di antara 40 adegan itu adalah Mario Dandy yang melakukan selebrasi ala Cristiano Ronaldo usai menendang kepala David menggunakan kaki kanan.

Tidak hanya itu, AG yang merupakan teman wanita Mario, tampak santai dan merokok sambil menyaksikan David bersujud dalam sikap tobat.

Hasil olah rekonstruksi peristiwa penganiayaan David Ozora akan digunakan penyidik untuk memverifikasi keterangan saksi-saksi dan memperkuat bukti-bukti yang sudah dikumpulkan.

Kondisi David Ozora saat ini mulai membaik. Korban dirawat di Rumah Sakit Mayapada Jakarta karena mengalami cedera kepala berat usai mengalami penganiayaan yang dilakukan tersangka Mario Dandy .***