Techbiz.id – Keberadaan mouse bagi pengguna laptop masih banyak dibutuhkan terutama bagi mereka yang tidak terbiasa ataupun kurang maksimal menggunakan touchpad.

Saya termasuk pengguna laptop yang merasa kurang maksimal jika menggunakan touchpad. Mouse tanpa kabel (wireless) pun lebih saya suka untuk menjadi alat navigasi laptop tersebut.

Maca Wireless Mouse dari Prolink cukup menarik minat dengan fitur-fitur yang ditawarkannya, terutama mouse ini disebutkan memiliki fitur antibacterial.

Makanya saya pun tertarik untuk melakukan review Maca Wireless Mouse Anti Bacterial GM-2001 dari Prolink tersebut:

Review Maca Wireless Mouse

Desain

Maca mouse dari Prolink ini mempunyai beberapa fitur yang cukup menarik di kelas harga yang hanya seratusan ribu rupiah.

Mouse ini mempuyai bentuk dan desain yang minimalis tetapi dibalut dengan warna-warni yang menarik. Buat yang suka mix and match mouse ini pastinya bisa jadi pilihan.

Bentuknya cukup portable dan ringan bisa diselipkan ke kantong baju atau celana, tapi dalam kondisi tertentu ya. Namun saking ringannya ada kesan meragukan kualitas dari produk ini.

Prolink menempatkan slot untuk menyimpan bluetooth adapternya di bagian dalam perangkat, berbeda dengan kebanyakan mouse wireless yang menempatkannya di bagian bawah.

Penempatan adaptor ini memiliki kelebihan tidak akan terjatuh dan hilang saat disimpan.

Anti Bakteri

Prolink menyebutkan lapisan permukaan dari mouse wireless ini menggunakan antimikroba (mekanisme Ionpure) yang dapat membantu melindungi permukaan mouse tersebut terhadap pertumbuhan bakteri berbahaya dan penumpukan kuman.

Fitur ini cukup menarik terutama saat pandemi untuk mencegah penyebaran bakteri. Tetapi fitur ini tidak bisa saya eksplorasi lebih jauh karena tidak kapabel dalam mengujinya.

Baca juga:

review Penggunaan Maca Wireless Mouse

review Maca Wireless Mouse

Untuk penggunaannya, mouse ini membutuhkan satu buah baterai type AA sebagai sumber dayanya. Prolink mengklaim daya tahan baterainya lebih awet. Tetapi saya belum bisa menyebutkan sampai berapa lama beterai ini mampu bertahan.

Biasanya baterai mouse mampu bertahan selama enam bulan, sedangkan pengujian mouse ini baru kurang lebih selama sebulan saja.

Mouse ini memiliki karakter yang tanpa suara ketika diklik, baik klik kanan maupun klik kiri. Type mouse ini cukup subyektif karena ada juga yang menyukai type mouse yang bersuara ketika diklik.

Bagian scroll-nya juga cukup enak dengan bahan karet berwarna putih. Selama masa pengujian scroll-nya tidak ada masalah macet stau seret.

Prolink menggunakan sensor optic untuk mendeteksi gerakan pada mousenya. Saat digunakan tanpa pad, mouse ini cukup enak dan kursornya tidak “loncat-loncat”.

Untuk konektivitasnya, mouse ini menggunakan bluetotth, dengan jangkauan kurang lebih 10 meter. Tapi pastinya kalian tidak akan jauh-jauh menggunakan mouse ini kan.

Kesimpulan penggunaan

Dengan harga yang hanya seratusan ribu rupiah, mouse ini bisa dipertimbangkan untuk menemani aktivitas kerja yang nyaman dan higienis.

Artikel ini bersumber dari techbiz.id.