Teknologi Snapdragon Wear ini hadir untuk meningkatkan performa dan kecepatan pada perangkat wearable.

Qualcomm dilaporkan telah meluncurkan teknologi terbaru dari Snapdragon yang akan dipasangkan ke dalam perangkat wearable. Teknologi ini dihadirkan dalam bentuk chipset yang disebut dengan Snapdragon Wear 5 Gen 1 dan Snapdragon Wear 5 Plus Gen 1. 

Chipset Wear 5 Plus dirancang untuk hadir dalam berbagai perangkat smartwatch premium. Sedangkan untuk chip Wear 5 dimaksudkan bagi perangkat wearable yang lebih sederhana, seperti jam tangan pintar untuk anak-anak, pelacak kebugaran dan perangkat perusahaan. 

“Kedua chip tersebut dibuat khusus untuk perangkat wearable,” sebut Kepala Global Smart Wearable Qualcomm, Pankaj Kedia, dilansir dari The Verge (20/7). 

Dari segi spesifikasi, Qualcomm mempertahankan arsitektur hibrida yang ditampilkan dalam chip Snapdragon Wear 3100 dan 4100. Pada chipset ini, terdapat prosesor utama untuk berbagai tugas interaktif dan koprosesor untuk membantu menghemat baterai. 

Qualcomm resmi luncurkan chipset Snapdragon Wear 5 Gen 1

Pada chipset W5 Plus, Qualcomm membuat lompatan besar pada ukuran chipset mereka. Ini terlihat dari ukuran 12nm ke 4nm pada chip utama dan 28nm ke 22nm pada prosesor pembantu. Lewat hal tersebut, tampaknya perusahaan berusaha menghadirkan teknologi proses yang sesuai dengan chipset perangkat wearable keluaran produsen lain. Misalnya, Samsung Exynos W920 yang menggunakan teknologi proses 5nm untuk mendukung Galaxy Watch 4 dan chip S7 Apple untuk Apple Watch Series 7 yang berukuran 7nm. 

Lebih lanjut, koprosesor atau prosesor pembantu pada Wear 5 Plus akan bertugas untuk mendukung fitur-fitur yang sebelumnya ditangani oleh SoC utama. Ini termasuk audio, deteksi kata kunci untuk asisten digital, dan pemberitahuan melalui Bluetooth 5.3 berdaya rendah. 

“Koprosesor juga dapat mendukung pembelajaran mesin onboard,” tambah Kedia. 

Sementara itu, fitur pelacakan kesehatan seperti pemantauan tidur dan detak jantung juga ditangani oleh koprosesor. Sehingga prosesor utama hanya digunakan untuk fitur interaktif seperti panggilan, tampilan jam dan animasi 3D serta navigasi GPS.

Untuk baterainya, Qualcomm mengklaim, chipset ini dapat membuat masa pakai baterai 50 persen lebih lama dengan  kinerja dua kali lipat lebih banyak. Selain itu, Qualcomm juga akan menghadirkan pengurangan ukuran hingga 30 persen dibandingkan dengan chipset 4100.

Kedia juga mengatakan, efisiensi daya yang lebih besar dan ukuran chip yang lebih kecil akan memungkinkan produsen untuk membuat jam tangan yang lebih kecil dan lebih ramping. Jika hal tersebut benar, The Verge menyebut, hal ini akan menjadi berita besar bagi orang-orang dengan pergelangan tangan yang lebih kecil. Pasalnya, ukuran smartwatch perlahan meningkat menjadi lebih besar dengan disertakannya berbagai fitur canggih. Contohnya, ukuran Samsung Galaxy Watch 5 Pro yang lebih besar saat ini telah dikonfirmasi oleh pihak Samsung.

Produk pertama yang akan menggunakan chipset Snapdragon Wear 5 ini yaitu Oppo Watch 3 yang akan diluncurkan bulan Agustus mendatang. Sementara itu, Wear 5 Plus akan dihadirkan Mobvoi pada TiWatch berikutnya yang akan meluncur pada musim gugur tahun 2022 ini. 
 


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.