detikfakta.com – Pada pertengahan Februari, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan akan ada lonjakan pemudik Idul Fitri 2023 hingga 80 juta orang. Sehubungan dengan itu, pihak Korlantas Polri juga memprediksi adanya peningkatan volume kendaraan, terlebih PPKM telah dicabut pemerintah.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan bahwa jalan tol akan tetap jadi pilihan utama pemudik . Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif mulai dari Pantura, jalur tengah, hingga Pansela. Tujuannya, agar dalam sehari volume kendaraan mudik tidak berpusat di satu titik.

“Sehingga tidak bertemu pada satu titik puncak pada satu hari yang sama dan menghindari kemacetan yang ada,” kata Firman dikutip dari PMJ News.

Firman juga mengimbau pemudik agar menjaga kondisi tetap prima selama perjalanan. Kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan juga perlu diantisipasi demi keselamatan bersama.

“Inilah yang saya katakan bahwa berlalulintas punya hak dan kewajiban dan toleransi yang tinggi di situ. Nah kita berharap masyarakat mengikuti apa yang disampaikan oleh petugas hingga kerja sama ini bisa terjalin dengan baik dan bisa selamat sampai tujuan,” ucap Firman dalam keterangannya.

Terkait lonjakan pemudik pada Idul Fitri 2023 , Kemenhub menjelaskan bahwa jumlahnya lebih besar daripada tahun lalu.

“Arus mudik dan balik Lebaran tahun ini lonjakan pergerakan orang yang lebih besar dari tahun lalu, yang diprediksinya mencapai 80 juta orang,” ujar Menhub.

Senada dengan Firman, Budi menyebut lonjakan pemudik disebabkan oleh kasus Covid-19 yang menurun, dicabutnya aturan PPKM dan keadaan ekonomi masyarakat yang berangsur pulih. Kemenhub juga telah menyiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran (Anglab) 2023 sejak awal tahun meski mudik Idul Fitri baru dimulai April nanti.

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai salah satu penyelenggara angkutan lebaran telah membuka penjualan tiket mudik periode 2023 sejak 26 Februari lalu. Tahun ini KAI menyediakan 3,5 juta tiket kereta api mulai dari KA jarak jauh hingga KA lokal.***